Skip to main content

Wlingi

Wlingi, oh, Wlingi...

Sudah sekitar sebulan dt magang di rumah sakit Ngudi Waluyo, Wlingi. Dulu sih, awalnya, dt rencana ngisi blog secara teratur kek pas di Kalisongo dulu. Via hape, gitu. Tapi ternyata kegiatan di sana sangat jauh lebih padat daripada pas praktik PIPPG, jadi ga sempet ngeblog deh... Hohoho...

Oke, ada yang tau Wlingi itu di mana? Ha? Engga? Ya... ya... Dimaklumi... dt awalnya juga ga tau Wlingi itu makanan apa, eh, ternyata nama sebuah kecamatan deket Blitar. Ha? Ga tau Blitar juga? Kelewatan ah. Blitar itu kota di mana Proklamator kita dimakamkan... (kualat lo entar kalo ga tau... ;)) *ngawur*)

Nah, selama magang, kebetulan dt kedapetan instruktur yang sangatamatsuperduperbaiksekali. Namanya bu Eni Kusmiyati Rahayu dengan nomor NIP 140 333 143 (hapal bo~). Bu Eni ini nih orangnya kooperatif, nyantai, akrab, membumi, pokoknya asik banget deh. Dan itu menghasilkan respek dt ke bu Eni, ga kek Instruktur yang lain... *lirikin Uut dan jeng K*

Ah, ya, kisah Uut dan jeng K... Nah, salah satu instruktur rumah sakit namanya tuh EMNU yang lebih suka menyebut dirinya dengan sebutan Uut Permatasari (goyang dulu mang~) dan kami lebih suka menyebutnya dengan Uut Pematangsawah. Ni orang nyolot banget. Dikit-dikit salah. Dan kesalahan yang diungkit selalu masalah kecil dan ga penting. Masalah rambut yang kudu digelung lah, masalah baju yang kudu seragam kek perawat lah (dt kan ahli gizi bu~ T.T), masalah yang kudu nyapa keras-keras kek anak teka lah, gitu-gitu deh... Geje... Oia, pernah dia ngedumel ke temen-temen pas temen dt -Septa- dateng telat soalnya dia baru pulang dari Ngalam. Kita dah takut sendiri si Septa bakal diapa-apain. Eh, ternyata pas si Uut ngadepin si Septa yang emang lebih tinggi soalnya orangnya jangkung, Uut cuma mesam-mesem fine-fine aja... Nyebelin..

Jeng K yang awalnya dt anggep orang yang kritis, ceplas-ceplos, dan profesional. Ternyata, ada kejadian yang bikin imej orang ini jatuh di mata dt. Jadi, temen dt yang namanya Laras, digodain sama Mr A, orang Pemeliharaan Sarana yang dari awal dt ga suka sama tampangnya -ga tahu kenapa. Nah, pas Mr A nanyain nomer henpun Laras, Larasnya ya males aja, ngapain ngeladeni orang tua geje, gitu.. gitu mungkin yang Laras pikir, dan berujung tidak ada nomor yang tersebar. Tapi besoknya, Mr A ini nelpon Laras! How come! Ga mungkin temen-temen yang ngasih tau dan ga ada instruktur selain bu Eni yang tahu nomer henpun Laras. Sempet kita curiga ke bu Eni dan tanya langsung, dan mentah-mentah dijawab engga dan memang bukan hak bu Eni buat tebar-tebar nomer henpun orang.

Cerita punya cerita, Sofyan kemaren ditanya sama jeng K nomer henpun Laras. Dan berhubung Sofyan tuh orangnya positive thinking-an, dikasihlah itu nomer henpun Laras. Dia pikir jeng K ada urusan pribadi sama Laras or something. Dan kecurigaan langsung beralih ke jeng K. Dan hancur pula imej jeng K di mata dt.

Oia, untuk beberapa hari, dt sempat memasang status "Semoga selingkar cincin mampu menghalau pentol korek kacang ijo geje" di YM. Nah, ada ceritanya tuh.


Jadi, pas ulang tahun Kostrad, anggota Kostrad ngadain bakti sosial yang bertempat di RSU Ngudi Waluyo. Maka jadilah bertebaran para tentara yang sering dt sebut dengan pentol korek kacang ijo. Awalnya sih biasa aja, tapi pas dt ngolah data di taman bareng Laras, kita digangguin sama satu pentol korek yang geje abis. Ga tau kenapa sejak itu, dt pindahin cincin perak 25.000 dt dari tangan kanan di jari tengah ke tangan kiri di jari manis. Tujuannya? Buat mereka berasumsi sendirilah.

Ah, iya, photo session ga pernah ketinggalan...

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Balik Kucing

Apa itu balik kucing? Balik kucing  itu istilah orang jawa saat seseorang memutuskan untuk meninggalkan sesuatu tapi kemudian kembali lagi. So.. yeah, dt akhirnya memutuskan kembali ke blogger *ngakak nista*. Padahal di  blog lama  dt sudah dengan banternya say goodbye dan bilang pindah ke  tumblr  yang juga jarang banget dt isi. Sebenernya dt mulai jarang blogging itu karena keringnya ide nulis. Penyebabnya? Mari kita kembali menyalahkan skripshit dan revishit. Karena kurang bahan yang dibaca. Karena yang dibaca hanya materi tugas akhir. Karena setiap kata diperah hingga tetes terakhir untuk mengisi tiap lembar tugas akhir sampai ga ada yang tersisa untuk blog. Kalau emang ga ada ide nulis, terus ngapain pindah ke tumblr?  Nah, yang ini dt punya dua alasan yang ga penting banget. Satu, karena ternyata alamat site untuk akuisisi nama dt masih tersedia (di blogger sudah taken). Dua, karena dt jatuh cinta dengan satu theme di tumblr. Just it. Setelah ...

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...