Skip to main content

Pasrah

Beberapa hari lalu dt blogwalking setelah sekian lama. Rata-rata sih baca-baca blog temen-temen sendiri. Ga banyak yang berubah ternyata, karena kebanyakan sudah berhijrah ke tumblr. Tapi masih ada juga yang masih setia dengan blogspot atau wordpress-nya.

Nah, setelah blogwalking ngalur-ngidul dan ga jelas blog siapa aja yang disamperin, dt nemuin satu skin yang menarik perhatian dt dan menemukan sumbernya di sini.

Ngelihat begitu manisnya si blogskin, dt langsung comot aja dan berencana untuk memakaikannya mulai hari ini. Tapi mengingat dt mengunduhnya dari blogskin.com, alamat kalo itu adalah classic template. Dipikiran dt sih, ah, gapapa, bakal separah apa sih nguprekin classic template. Toh waktu awal masuk blogger dt juga pake classic template. Jadi ya, pede aja untuk mulai ngebongkarin dan mengostumisasi itu blogskin.

Diawali dengan mengganti background dan gambar-gambar kecil di sidebar. Kecil! Cuma googling imej-imej lucu, edit-edit dikit, beres. Tahap selanjutnya, hapus-tambah link ini-itu di side bar. Ini juga ga kalah gampang. Berlanjut dengan nambahin cBox. Sebenernya sih ga pengen nambahin chatbox atau shoutbox atau apalah-namanya-itu. Ga terlalu penting, IMO. Tapi berhubung sudah disediain tempatnya, ya rugilah kalo ga dipake. Register, edit, and publish. Time to preview!

Nah, pas ngeliatnya nih seneng banget. Seneng lihat blognya jadi keliatan sophisticatedly simple gitu. Pencet sana sini buat ngecekin sambil nyengir-nyengir sendiri. Terus dt menyadari beberapa poin yang kurang. Satu: navbar ga ada; dua: widget Following menghilang; tiga: comment raib.

Ternyata perjuangan belum terakhir. *rolleyes*

Memunculkan kembali navbar jelas hitungan gampang. Tinggal hapus coding #navbar-iframe, beres deh. Nah, untuk nambahin widget Following ini dt yang sempat bingung cari-cari artikelnya yang berujung ke help-nya blogger (harusnya ke sini dulu!) dan baru tahu kalo widget Following ga bisa dimunculkan di classic template. Well, yasu lah, direlakan saja untuk yang satu itu.

Urusan comment ini yang ribet. Secara dulu waktu jaman awal dulu, dt melakukan editing html itu cuma di link, image, size, color, atau tambah-kurang third party widget. Kalo yang rumit kek nambahin comment itu yang buta sama sekali. Jadi untuk langkah awal dan dengan semangat yang masih tinggi, dt berencana untuk me-copy-paste comment code template lain. Hasilnya? Tetep aja ga muncul. Padahal dt sudah mencurahkan paling ngga satu setengah jam sendiri untuk nguprekin itu html code.

Langkah kedua, dt berpikir untuk pakai pihak ketiga macam DisqUs untuk moderasi komentar, yang ternyata ga bisa juga (entah emang ga bisa atau dt yang bego). Di detik-detik penghabisan saat tenaga dan semagat mulai luntur gini dt akhirnya kekeuh untuk mencoba lagi langkah pertama, yang hasilnya ga kalah mengenaskannya. Link comment sudah muncul, tapi tetep aja ga ada comment form di bawah post.

[beri jeda agar dt dapat menghela nafas panjang dan makan siang]

Setelah perut terisi dan akal sehat kembali utuh, dt memutuskan untuk pasrah dan mengambil jalan yang lebih menenangkan hati dengan me-up-grade kembali blogger dt dan melupakan mimpi untuk pake blogskin yang menurut dt sophisticatedly simple tadi. *ketawa hampa* Yah, intinya dt menghabiskan sekitar empat jam untuk usaha mengubah tampilan blog baru dt dan berakhir tidak ada yang berubah.

*jedukin kepala ke bantal* #stres #labil

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...