Skip to main content

Missing IH

Di perjalanan menuju MudField dt lihat seorang cewek berjilbab pake kaos garis-garis putih-pink dengan satu kata terbordir di dada kiri.

Destiny

Dan tiba-tiba dt merasa rindu. Rindu dengan IndoHogwarts. Rindu dengan teman-teman komunitas Harry Potter. Rindu dengan rasa penasaran "apa ada reply?". Rindu dengan hunting image untuk siggy visualisasi. Rindu dengan semua dunia maya dt. Termasuk dengan chara pertama dt.

Terkadang dt ngerasa terlalu banyak memasukkan 'dt' ke dalam karakter Destiny. Bahkan dari nama saja sudah nunjukin berapa besar ego yang dt sisipkan ke Destiny. Cita-citanya. Kemandiriannya. Kemasabodohannya. Keseriusannya. Ketidaktertarikannya pada olahraga dan laki-laki (walau statusnya sekarang sudah engage). Bahkan rasa es krim kesukaannya.

Entah memang ego dt yang terlalu besar atau mungkin dt kurang kreatif dalam menciptakan chara. Dunno.

Sekarang gimana kabar Destiny, ya. Karena dt harus cuti dalam waktu lama, mau tidak mau Destiny juga harus dicabut dari dunia sihir. Sebenarnya bisa aja dt adopsiin Destiny ke tangan lain. Tapi sekali lagi, dgn dt terlalu besar untuk mengizinkan orang lain menyentuh Destiny. Mungkin dt ini posesif ya.

Ah ya, kembali ke Destiny. Dia sekarang masih dalam perjalanan sihirnya. Sangat umum bagi penyihir yang baru lulus sekolah, tentu. Mengadakan perjalanan untuk membuktikan kemampuan sihir mereka dan menambah pengalaman, tentu saja. Destiny sedang menjelajah Asia. Mencoba menguak dan mempelajari rahasia ilmu pengobatan Asia. Dan kabar terakhir yang dt dapat, Destiny berada di Indonesia. Keranjingan belajar membuat ramuan setempat a.k.a. meracik jamu.

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...