Skip to main content

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000)

Penulis: Lewis Perdue

Penerbit: Dastan Books

Penerjemah: Bima Sudiarto

Sinopsis Belakang Buku:

Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi.
Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan.
Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap.
Fondasi keimanan masyarakat modern terancam.

Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar.

Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu.

Zoe dan Seth terjerat jaring konspirasi yang telah berusia ribuan tahun, pembunuhan, dan intrik yang berporos pada misteri kebenaran Anak Perempuan Tuhan, yang bila terbukti akan menghancurkan fondasi peradaban manusia.

---

Oke, mari lupakan sebentar tentang Zoe dan Seth. Ada plot yang sebenarnya menurut dt lebih menarik daripada mereka. Plot yang menceritakan tentang keberadaan mesias kedua yang disembunyikan oleh Gereja. Juru selamat setelah Yesus yang ternyata seorang wanita bernama Sophia.

Oke, kita resapi sejenak.

Untuk yang muslim dan ga begitu paham tentang maksud plotnya, ini mungkin setara kalau ada cerita tentang Rasul setelah Muhammad dan Rasul itu perempuan. Ga mungkin? Ya namanya juga cerita ngarang kan ini..

Tapi justru di situ menariknya. Ide cerita yang keluar dari yang seharusnya dan dibumbui dengan fakta, membuat seakan-akan kalau fiksi ini dekat dengan kenyataan. Dan membuat bertanya-tanya apakah ini fiksi atau didasarkan pada kisah nyata?

Coba aja bayangkan gimana pihak Gereja menghadapi kalau ternyata ada Mesias wanita. Sementara Gereja ada masa itu masih lekat dengan patriarki dan menganggap wanita sebagai warga kelas dua, wanita yang dianggap sumber dosa, jelas ini akan mengguncang pengaruh Gereja terhadap jemaahnya. Belum lagi bakal banyak yang akan mempertanyakan keabsahan ketuhanan Yesus kalau dunia tahu tentang keberadaan Mesias kedua. Jadi ga heran kan kenapa keberadaan Sophia ini disembunyikan oleh Gereja.

Di novel ini juga diceritakan tentang pergolakan iman Zoe dan Seth selama petualangan mereka. Di buku ini ditunjukkan bagaimana iman manusia itu rapuh dan mudah berubah begitu menghadapi tekanan dan masalah.

Ga cuma itu, baca novel ini sebenarnya juga mengguncang iman dt. Membuat dt mempertanyakan tentang Tuhan dan iman dt kepada Tuhan. Wis nggenah ta durung iman lan niatku beriman iki? (Sudah benarkah iman dan niatku beriman kepada Tuhan?)

Dalam, berat, dan di beberapa bab awal terasa lambat. Belum lagi alih sudut pandang antara sudut pandang Zoe-Seth dan sudut pandang Sophia. Kalau lepas fokus bisa bingung dengan alurnya. Jadi kalau yang pingin cari bacaan ringan dt ga kasih saran untuk baca buku ini. Tapi percaya deh, buat yang suka novel teori konspirasi agama macam Da Vinci Code pasti suka.

Catatan tambahan: kalau punya kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, dt sarankan baca versi Inggris saja. Karena sepertinya banyak frase dan idiom yang lebih masuk akal kalau dibaca dalam bahasa Inggris.

---

Jumlah kata: 339 kata

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?