Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah!
Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.
Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca postingan anak-anak IH. Dan detik berikutnya, kepala dt berat luar biasa. Rasanya otak bagian belakang diperas keras-keras. Lalu muncul pikiran-pikiran aneh. Cutter. Pisau. Korek api. Rasanya pengen main-main sama benda-benda itu. Rasanya seru kalau naruh ujung cutter di leher terus ditekan. Rasanya seru kalau naruh bilah pisau di pergelangan tangan terus digores. Rasanya seru kalau bisa nyalain korek api dan bakar setiap hal semua yang bisa dijilat lidah api.
Pikiran-pikiran aneh. Sampai akal sehat dt sendiri teriak-teriak sendiri. Rasanya dalam kepala dt ada tiga orang yang berbeda. Satu dengan kepribadian anehnya yang gila itu. Satu dengan akal sehat, logika, dan kewarasannya. Dan satu lagi hanya diam saja melihat dua yang lain, bingung harus apa. Kepala dt rasanya ruwet sendiri sampai-sampai dt ga bisa konsentrasi untuk nerusin bikin tugas.
dt putusin untuk istirahat sebentar daripada tugas malah berantakan. Henpun yang jadi sasaran. dt smsin temen-temen yang sekiranya bisa membantu mengalihkan perhatian dt dari pikiran-pikiran gila yang depresif itu. Lian. Mida. Revo. Sha. Sayangnya sms ke Sha dan Mida ga nyampe-nyampe. Lian masih sibuk ngajar. Dan jadilah smsan sama Revo.
And thanks a lot to Revo perhatian dt jadi sedikit teralihkan (walau sesaat sempat terpikir untuk menerjang lampu-lampu kendaraan yang kelihatan cantik). Ya jelaslah teralihkan. Lagi serius-serius ngomongin mati dan neraka tiba-tiba muncul kalimat yang satu itu. Siapa yang ga teralihkan. Untung henpun dt ga jatuh terus nyemplung (soalnya waktu itu jalan deket kubangan air). Wkwkwk.
Overall, masa period ini memang masa period paling aneh yang pernah dt rasain, jadi buat temen-temen yang ngerasa dt lebih aneh dari biasanya, harap maklum. *tersenyum manis sambil membungkuk hormat*
Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat. That's basically my life right now. Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt. Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...
Comments
Post a Comment