Skip to main content

Revenge Time?

Seorang teman lama -mungkin ga pantas juga dt sebut teman- menghubungi dt.

Hanya dengan dengar suaranya sudah membongkar kembali luka lama yang ga bakal pernah kering. Dendam, you may say so.

Sebenernya dt bukan orang yang gampang marah sama orang lain, tapi dt pastikan, lebih baik kalian ga pernah lihat dt marah. Soalnya kalau dt marah, masalah itu bakal dt ingat terus dan ga bakal hilang. Mungkin yang kalian lihat dt tetap bersikap manis seperti biasa. Tapi sebenarnya dt hanya menunggu. Menunggu sampai datang waktu yang tepat untuk membalas kemarahan dt.

Separuh kenikmatan dendam adalah saat merencanakannya. Pernah dengar itu?

Anyway, "teman lama" ini menghubungi dt dan menawarkan sesuatu. Sesuatu yang dulu buat dt naik pitam. Yang dt heran, kenapa ini anak ga punya rasa malu untuk ngangkat hal itu di depan muka dt tanpa rasa bersalah. Ditambah lagi sekarang dia malah minta tolong dt untuk mempermudah kerjaan dia.

Well, sorry, dear.. Walau dt bukan orang yang suka mempersulit orang lain, you are an exception.

Maybe it's time for me to come up and crush her..

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?