Skip to main content

TV Champion

Entah sejak kapan dt jadi suka nonton Zona Juara atau TV Champion di TPI (eh, sekarang sudah jadi MNCTV, ya..)

dt rasa semua tahu itu acara tipi yang diputer setiap jam lima sore. Acara tipi Jepang yang sudah dialih suara. Inti acaranya sih semacam pertandingan para ahli gitu. Setiap episode beda-beda. Ada yang origami (melipat kertas), bikin pastry, bikin permen, ngebungkus kado, ahli bangunan, ahli mancing, ahli pake sumpit, bahkan lomba makan mie juga ada. Macem-macem lah. Dan acara ini rasanya justru ngebuka pemikiran dt.

Menurut dt, acara ini salah satu bentuk apresiasi akan berbagai macam profesi dan keahlian lain.

Ambil contoh, pernah ada lomba untuk yang ahli memancing, dan yang dt maksud juga bukan yang macam mancing di empang pake joran gitu. Tapi mancing ikan-ikan yang ukurannya bahkan sampai dua kali tubuh si nelayan di samudra lepas. Dan saat menang di acara itu rasanya sebuah kebanggan besar! Eh, salah. Bisa jadi peserta pun mereka merasa sangat bangga! Dan IMO, orang-orang dengan profesi dan keahlian yang diangkat dalam perlombaan itu juga merasa bangga. Bangga bahwa profesi dan keahlian mereka diapresiasi dengan pengeksposan di telivisi nasional dalam ajang yang cukup bergengsi.
Mungkin itu kali ya yang membuat Jepang jadi negara maju. Karena kemampuan masyarakatnya untuk menghargai setiap profesi, bakat, dan keahlian yang dimiliki.

Coba lirik ke masyarakat sendiri, berapa orang yang bisa dengan bangga menjawab petani atau nelayan atau pembuat roti atau koki saat ditanya apa profesi mereka? Jarang sekali, kan. Seakan kalau profesi-profesi itu ga bisa membanggakan sama sekali.

Padahal saat seseorang mampu menambahkan passion (apa sih padanan Bahasa Indonesianya?) mereka dalam apapun yang mereka kerjakan, hasilnya akan sangat memuaskan.

Don't you think?

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Balik Kucing

Apa itu balik kucing? Balik kucing  itu istilah orang jawa saat seseorang memutuskan untuk meninggalkan sesuatu tapi kemudian kembali lagi. So.. yeah, dt akhirnya memutuskan kembali ke blogger *ngakak nista*. Padahal di  blog lama  dt sudah dengan banternya say goodbye dan bilang pindah ke  tumblr  yang juga jarang banget dt isi. Sebenernya dt mulai jarang blogging itu karena keringnya ide nulis. Penyebabnya? Mari kita kembali menyalahkan skripshit dan revishit. Karena kurang bahan yang dibaca. Karena yang dibaca hanya materi tugas akhir. Karena setiap kata diperah hingga tetes terakhir untuk mengisi tiap lembar tugas akhir sampai ga ada yang tersisa untuk blog. Kalau emang ga ada ide nulis, terus ngapain pindah ke tumblr?  Nah, yang ini dt punya dua alasan yang ga penting banget. Satu, karena ternyata alamat site untuk akuisisi nama dt masih tersedia (di blogger sudah taken). Dua, karena dt jatuh cinta dengan satu theme di tumblr. Just it. Setelah ...

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...