Skip to main content

Weekend Trip: Probolinggo

Another Couchsurfing trip. Lagi doyan ngumpul sama temen-temen CS nih. Weekend kali ini kita nyewa satu mobil colt n berangkat ke Probolinggo rame-rame. Sekitar enam belas orang (kalo ga salah hitung). Kita berangkat malem dari Surabaya dan nyampe sekitar tengah malem di Probolinggo. Di sana kita ngungsi di rumah mas Khas, salah satu host kondang di Probolinggo.

Setelah numpang tidur, mandi bareng ikan (ikannya ditaruh di dalem bak mandinya gitu), dan sarapan pecel sangat pagi dan dalam jumlah yang sangat banyak (dt dong sebungkus berdua sama Ragil), kita berangkat. Jadi hari ini ada tiga tempat yang dituju. Ranu Agung, Ranu Segaran, dan sumber air panas Tiris.

First stop, Ranu Agung. Danau besar yang dikelilingi bukit n tebing. Buat nyampe ke sana butuh kurang lebih sepuluh menit tracking. dt yang ga ngira bakal pake acara tracking kudu setengah mati soalnya cuma pake Crocs dan hampir kepeleset beberapa kali. Tapi perjuangan tracking sepadan dengan pemandangan yang dt dapet kok. Perjuangan tracking baliknya itu yang setengah mati. Berangkat cuma sepuluh menit, pulangnya butuh setengah jam buat dt jalan nanjak dengan jeans ketat dan Crocs di kaki.

Terus kita lanjut ke Ranu Segaran. dt berharap bakal dapet view yang serupa tapi dengan ukuran danau yang lebih besar. You know, Ranu Agung sendiri artinya danau besar (ranu=danau; agung=besar), dan Ranu Agung memang besar, berarti kalo Ranu Segaran berarti danau yang kek laut. Sampe sana, danaunya sih emang beneran besar dan lebih besar dari Ranu Agung, tapi pemandangannya hambar banget. Untungnya masih ada perahu-perahu yang disewain buat muterin danau yang lumayan buat hiburan.

Di deket Ranu Segaran ada sumber air panas Tiris dan cuma butuh jalan sekitar 15 menit. Di sana temen-temen pada mandi dan dt cuma ikut ngerendem kaki soalnya memang ga bawa baju ganti lagi. Nyamilin Indomie goreng, lalu kita balik ke Surabaya.

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Balik Kucing

Apa itu balik kucing? Balik kucing  itu istilah orang jawa saat seseorang memutuskan untuk meninggalkan sesuatu tapi kemudian kembali lagi. So.. yeah, dt akhirnya memutuskan kembali ke blogger *ngakak nista*. Padahal di  blog lama  dt sudah dengan banternya say goodbye dan bilang pindah ke  tumblr  yang juga jarang banget dt isi. Sebenernya dt mulai jarang blogging itu karena keringnya ide nulis. Penyebabnya? Mari kita kembali menyalahkan skripshit dan revishit. Karena kurang bahan yang dibaca. Karena yang dibaca hanya materi tugas akhir. Karena setiap kata diperah hingga tetes terakhir untuk mengisi tiap lembar tugas akhir sampai ga ada yang tersisa untuk blog. Kalau emang ga ada ide nulis, terus ngapain pindah ke tumblr?  Nah, yang ini dt punya dua alasan yang ga penting banget. Satu, karena ternyata alamat site untuk akuisisi nama dt masih tersedia (di blogger sudah taken). Dua, karena dt jatuh cinta dengan satu theme di tumblr. Just it. Setelah ...

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...