Skip to main content

Dark Side of Skripshit

Thanks to skripshit, pola hidup dt jadi berantakan.

Entah sejak kapan dt jadi kalong-man kek gini. Biasanya jam 9-10 dt sudah merasa ngantuk dan beranjak tidur dan mampu bangun jam empat esok paginya. Nah sekarang, baru bisa memejamkan mata dengan tenang saat jarum jam menunjukkan pukul tiga lebih dan baru bisa membuka mata dengan berat sekitar jam tujuh pagi.

Jujur ya, dt kangen dengan pola tidur dt yang lama. Tidur dengan nyaman, cukup, dan berasa segar saat pagi datang. Bukannya malah punya punggung remek, kemeng, dan sakit setiap kali bangun tidur. Ditambah lagi efek begadang itu jelek banget buat kesehatan dan kulit. *sigh*

Kalo dt perhatiin, kulit dt jadi tambah pucat, kering, dan kusam sejak ngegarap skripshit secara intens. Secara selama ngegarap skripshit dt jadi jarang keluar dari kamar dan kurang bergerak karena menghabiskan banyak waktu hanya nangkring di depan Ichibun. Jadi deh dt kurang terpapar sinar matahari, kurang beraktifitas, plus kurang oksigen.

Duduk seharian di depan Ichibun juga ga bagus buat badan. Punggung, pundak, dan leher dt jadi sakit karena terus-terusan duduk ngebungkuk walaupun dt sudah meletakkan Ichibun di meja dan dt duduk di lantai. Dan karena terlalu lama membungkuk, organ di dalam perut juga jadi tertekan dan jadi sering terasa sakit pada saat-saat tertentu. Utamanya di sekitar hepar. Jadi pengen periksa ke dokter deh.

Permasalahan belum selesai juga sayangnya. Karena kurang bergerak, dt mulai kehilangan massa otot dt. Beneran ya, dulunya dt punya otot trisep dan betis yang kenceng. Tapi sekarang dt bahkan sudah mulai bisa gundukan otot lemah itu. Padahal dulu rasanya rajin banget latihan ringan tiap bangun tidur buat ngejaga massa otot. Tapi sekarang bangun tidur, buka mata, langsung buka n mantengin Ichibun lagi.

Urusan makan juga jadi kacau. Buat ngejar deadline, terkadang dt merasa kalau makan pun termasuk kegiatan yang bisa diabaikan untuk memperbanyak waktu untuk ngegarap skripshit. Belum lagi berada di hadapan Ichibun memang membuai. Jadi deh acara makan dt makin jarang dan makin tidak teratur. Dan untuk menipu diri sendiri, dt memilih untuk beli camilan tinggi gula, natrium, dan soda macam biskuit, roti kemasan, dan minuman bercafein untuk mengganjal perut tapi makin jarang minum air putih karena males kalo kudu bolak-balik ke kamar mandi.

*sigh*

Sepertinya skripshit benar-benar mampu memaksa seorang calon tenaga kesehatan untuk hidup dengan pola yang tidak sehat.

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?