Skip to main content

Baby Edo

Hari ini dt ada pembekalan untuk pemagangan mulai tanggal 23 entar. Hari ini kita review Nutritional Assessment a.k.a. Pengkajian Status Gizi. Nah, di Nutritional Assessment ini kita menghitung ukuran tubuh dan komposisi klien kita berikut pola makannya. Terus dianalisa dan diinterpretasikan agar tahu gimana kondisi status gizi mereka.

Nah, kali ini pake roleplay. Biar kita bisa latihan prosedur yang sebenar-benarnya.

Kelompok dt kebagian kasus dengan klien seorang balita pria berusia 30 bulan (2,5 tahun) dan dt berperan jadi ibunya (Muakakakaka... dt... ibu... >.<). Kenapa harus ada peran ibu? Karena kan ga mungkin dapet data pola dan kebiasaan makan si balita tanpa pengasuhnya. Masa mu nanya ke si balita ^^. Dan jadilah dt mengarang indah apa yang Edo makan sehari-hari. Oia, Edo itu nama yang dt kasih ke boneka yang dibuat praktik ukur-mengukur tubuh klien. *digeplak, seenaknya sendiri ngasih nama ke boneka*

Eniwei, si Edo ini gizi buruk parah. Umur dua setengah tahun beratnya cuma sembilan kilo, tingginya ga sampe semeter, plus belum bisa berdiri tegak. Kakinya bengkok gitu deh. Kesian yak...

Tapi ni boneka lucu banget lo. Mirip banget kek bayi aslinya. Beratnya. Tekstur kulitnya. Persendianya. Ih... imut banget lo... Pengen bawa pulang aja rasanya. Tapi berhubung ini inventaris kampus, jelas dt ga bisa pulang.

Oia, ini poto dt bareng Edo~

Comments

Popular posts from this blog

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?