Skip to main content

Cinta BUKAN tentang Pengorbanan

Salahkan karena ini bulan Februari dan dt kapan hari nonton Never Been Kissed, kalau tiba-tiba dt jadi ngomongin hal yang paling tidak pernah habis dibahas oleh umat manusia.

Cinta.

Yeah...

"Cinta itu kek apa sih?"

Itu pertanyaan yang dt ajukan ke beberapa temen online dt di tengah malem buta tanpa sebab-musabab yang jelas. Tiba-tiba aja dt mempertanyakan apa cinta itu dan berhubung dt ga ngerti, dt coba tanya ke yang lain. Siapa tahu mereka bisa jawab.

Seseorang bilang cinta itu masalah.
Bila ita mencintai seseorang, kita cenderung menimbulkan masalah untuk orang itu. Pun sebaliknya.
Tapi bukankah hidup dari awal memang penuh dengan masalah? Lagipula apa pula hidup tanpa masalah. Hidup yang datar dan hambar. Enak mungkin karena tidak perlu pusing karena masalah. Tidak perlu pusing karena cinta.
Tapi tahukah kau, LOVE LIVES THE LIFE.

Seseorang bilang cinta itu seperti api.
Hangat, berguna, tapi kalau kau tidak berhati-hati justru akan membakar dirimu sendiri.
Dan kini, siapa yang tidak hidup tanpa api?
Tapi manusia pernah hidup tanpa api. A time before the human discover the fire.
Tapi tetap saja, setelah manusia menemukan api, mereka terus berusaha menjaganya agar tetap menyala dengan resiko adanya kemungkinan terbakar.

Dan orang yang lain bilang rasa cinta itu seperti apa yang terakhir menyentuh bibirmu.
Bagaimana kalau yang menyentuh bibir dt air putih?
Apa artinya cinta itu hambar dan tanpa rasa? Atau justru menyegarkan?

Entahlah.

Tapi yang dt tahu, cinta itu BUKAN tentang pengorbanan.
Karena yang dt tahu, pengorbanan hanya muncul dalam penghambaan.
Dan dt menghamba hanya pada Allah. Bukan pada cinta.

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...