Skip to main content

I've Lost Track of Time

Sekarang hari apa sih?

Sekarang tanggal berapa sih?


Sering menanyakan hal itu? Well, dt sering. Apalagi sekarang dt sudah ga ada kuliah.
Apa hubungannya? Berhubungan sekali sebenarnya. Saat kuliah atau sekolah, kita harus menyingkronkan dengan hari dan tanggal kan? Hari apa pakai seragam apa, hari apa bawa buku pelajaran apa (yang sebenernya lebih relevan untuk anak sekolah, karena saat kuliah kita udah ga lagi pake seragam atau peduli hari ini ada kuliah apa). Walau saat kuliah sudah ga begitu memperhatikan lagi baju atau buku apa yang mau dibawa, paling engga ada tugas, praktikum, dan laporan yang mengingatkan tanggal. Yeah, deadline-deadline mengerikan itu sangat membantu dalam mengingat tanggal. Dan sekarang, saat kuliah, tugas, praktikum, laporan, dan deadline sudah tidak lagi ada, dt seakan ga lagi merasa butuh hari atau tanggal.

I've lost the track of time.

Anggap kita sedang dalam liburan yang sangat panjang, yang tidak akan ada yang peduli saat kita tidur sangat larut dan bangun sangat siang, karena memang tidak ada kewajiban untuk melakukan suatu hal yang terjadwal. Mungkin itu yang bisa menggambarkan kondisi dt saat ini. Yang sayangnya liburan sangat panjang itu ga bisa dt isi dengan acara senang-senang karena dt berada di bawah ancaman deadline skripshit. Well, yeah, it's another deadline, tapi tidak cukup membantu karena jangka waktunya yang sangat panjang yang akhirnya berhasil membuat dt untuk bilang "entar aja, ah" dan "nanti dulu, deh." Dan begitu deadline tinggal hitungan hari baru deh kalang-kabut ga jelas juntrungannya.

Sebenernya dt menjadwalkan untuk menyelesaikan revisi dan kuesioner sebelum hari jumat ini. Beberapa saat lalu dt mikir gini:
ah, jumat, masih ada 24 jam lagi.
Tapi dengan datangnya sms mama yang nanyain kapan dt pulang ke rumah, jadi bikin dt sedikit alert dengan pertanyaan di awal entri itu, dan langsung melirik kalender di henpun.

Eh, sekarang kamis ya? Berarti besok jumat dong? MATI!

Dan dt malah lebih milih untuk update blog daripada ngerevisi skripshit *ngakak tolol*

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...