Skip to main content

Sindroma Pasca Lebaran

Sebelumnya, dt mengucapkan mohon maaf lahir dan batin bagi siapapun yang pernah dt sakiti baik yang tidak sengaja ataupun yang dt sengaja.
Oke, Aidil Fitri a.k.a. Lebaran. Sebuah salah satu hari raya umat Muslim yang dirayakan setelah satu bulan berpuasa Ramadhan. Nah, sekarang apa aja sih yang jadi khasnya lebaran? Ketupat. Opor ayam. Sungkeman. Kumpul-kumpul keluarga. Mudik. Well, semua bener, dan dt perlu garis bawahi yang terakhir itu. Mudik. Kegiatan lebaran khas Indonesia. Semua orang berbondong-bondong kembali ke kampung halaman di hari spesial itu. Semuanya dikorbanin biar bisa mudik. Jual kalung emas sampe pinjem duit tetangga biar bisa bawa oleh-oleh buat orang di kampung. Mau naik sepada motor sambil bawa barang berlebih, mau naik mobil dengan resiko antre berjam-jam, naik kereta api yang umpel-umpelan, atau naik pesawat dengan tiket yang harganya naudzubillah, semua dijabanin. Termasuk sama maid di rumah dt. Mbak Mar.


Adalah sebuah keharusan untuk pulang dan libur sejenak di kampung halaman bagi mbak Mar. Dan kami-kami ini ditinggal sama elemen paling penting dalam kehidupan rumah tangga ini. Jadilah, Mama, Papa, Adek, Akung, dan dt harus bagi-bagi tugas yang biasanya semua dikerjain sama mbak Mar. Dan kami langsung memilih pekerjaan spesialisasi masing-masing.


Mama langsung ambil tanggung jawab menyetrika dan ngepel. Papa yang ahli nyuci, jelas ambil tugas nyuci baju plus cuci mobil. Kalo adek mau punya tugas ngelap-ngelap, ngerapihin tempat tidur, dan ga bikin rumah jadi berantakan. 
And me? Well, dt takes the rest. Cuci piring, ngejemur baju dan ngangkat jemuran, nyapu, and those annoying little task such as make sure everything in place and do anything they told me to. Yah, intinya dt jadi House Elf. Dan akung? Er… he does the smoking and grumbling.

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...