Skip to main content

Punya Pulau Pribadi. Mau?

Sebelumnya, dt mau ngucapin Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1413 H buat yang ngerayain. Bukannya dt ga ngerayain juga, tapi tiba-tiba dt penasaran, sejak kapan kita mulai menyadari penanggalan Hijriah selain di bulan Ramadhan dan mulai merayakan hari-hari yang dispesialkan dengan saling menyampaikan ucapan selamat-ini dan selamat-itu? Yang mungkin terkadang ga bener-bener ngerti makna di balik hari yang dispesialkan itu.

Oke, bukan itu subyek entri sekarang.

Jadi, beberapa saat lalu dt jalan-jalan ke blognya Ichanx dan ngebaca entri tentang keinginannya pengen pulau pribadi sebagai hadiah ulang tahun. Sedikit ngayal eh? Tapi menurut dt itu bisa aja kejadian. Belum lagi beberapa saat lalu pada heboh eksploitasi dan penjualan pulau-pulau kecil di Indonesia. Nah, waktu awal baca, dt mikir ke sana dan ternyata bukan itu yang diomongin Ichanx. Dia ngomongin tentang MyPulau. Anyway, Ichanx berhasil dapet "pulau pribadi"-nya sekarang.

Nah sekarang, apa itu MyPulau? Setelah googling dan lihat langsung, dt simpulkan kalau MyPulau itu semacam situs jejaring sosial kek Facebook, Friendster, Twitter, dan kroco-kroconya. Karena penasaran dan ga ada yang bantu berbagi pengalaman via status FB (belum pernah nyobain MyPulau semua kali ya temen-temen dt), akhirnya dt sign up.

Di halaman awal, kita langsung disuguhi gambar peta Indonesia (ini artinya kalo MyPulau produk anak bangsa kan?) buat milih mau bikin pulau di sebelah mana dan baru bisa ngedaftar. Sign in. Log in. Dan dt dihadapkan ke sebuah halaman dengan gambar pulau dan sebuah pohon kelapa di tengahnya. Terus diapain? Scroll! Di bawah sana ada beberapa opsi dan fitur yang bisa diulik. Standarlah, profile, photo, agenda, group, bla bla bla. Fitur yang menarik mungkin bagian Pulau Mall di mana bisa belanja-belanja pake Coco (mata uangnya MyPulau). Terus tampilan pulau sendirian itu bisa berkembang sesuai dengan teman yang dimiliki, group yang diikuti, bla bla.

Anyway, dt belum eksplor lebih banyak jadi ga bisa cerita banyak juga. Tapi kalo disuruh bandingin sama Facebook, dt masih lebih milih Facebook. *tongue*

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?