Skip to main content

Fakta Jemari

Pernah perhatiin jari-jari kalian ga? Kalo dt mah doyan banget merhatiin jari dan kuku sendiri, tapi beberapa saat lalu dt jadi juga merhatiin jemari orang lain.

Berawal dari waktu dt cari makan bareng Che dan Noni. Ceritanya si Che lagi pengen makan di Mami dan Noni pengen tempe penyet, dan berhubung dt ga ada rikues makanan khusus, jadilah dt bareng mereka. Nah, saat nunggu pesenan kita dimasakin Mami, dt iseng aja merhatiin tangannya Che. Dan merasa ada yang berbeda. Terus dt perhatiin sama tangan dt sendiri. Terus liat tangan Che lagi. Terus akhirnya ketemu bedanya di mana. Jari telunjuk Che lebih panjang daripada jari manisnya. Sedangkan punya dt, lebih panjang jari manis daripada telunjuk. Lah kok beda? Waktu ngelihat jarinya Noni juga lebih panjang telunjuknya. Wah, jangan-jangan dt anomali! (well, sebenernya udah biasa jadi anomali sih :p)

Jadilah dt melemparkan daily question ke temen-temen formspring dan sms beberapa teman buat nanyain jemari mereka. Iseng banget ya. Tapi namanya juga orang penasaran. Daripada dipendem terus sampe kebawa mimpi dan malah dapet mimpi buruk dikejar-kejar jari-jari raksasa yang mau mithes (dt ga tau apa bahasa Indonesianya) kita, kan mending survei langsung biar puas. Hoho.

Setelah dapat jawaban, dt dapet beberapa kesimpulan bahwa semua jari manis cowok yang dt tanyain lebih panjang daripada telunjuknya, sedangkan cewek lebih variatif antara telunjuk yang lebih panjang, jari manis lebih panjang, atau bahkan sama rata. Berhubung masih penasaran tentang perihal jari-jemari ini, dt minta wangsit sama mbah Gugel dan menemukan jawaban saintifik-nya.

Katanya, orang-orang dengan jari manis yang lebih panjang, terpapar lebih banyak hormon testosteron pada saat masih dalam kandungan dulu. Well, ga heran kalo semua temen cowok dt jari manisnya lebih panjang. Secara testosteron memang hormon khusus cowok (untuk cewek, ada hormon yang berfungsi sama tapi namanya hormon androgen).

Katanya lagi nih, cowok dengan jari manis yang lebih panjang ini lebih agresif daripada yang telunjuknya lebih panjang. Sedangkan untuk yang cewek, kalau jari manisnya lebih panjang risiko kena osteoarthritis bakal lebih tinggi dibandingin sama yang telunjuknya lebih panjang. Walah, berarti dt termasuk calon pasien rematik nih. Wah, kudu mulai merhatiin tulang dan sendi nih..

Nah, satu fakta lagi tentang jari-jemari ini. Dalam sebuah studi diketahui bahwa kaum homoseksual cenderung memiliki jari telunjuk dan jari manis yang sama panjang.

Bagaimana dengan jari Anda? wkwkwk

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?