Skip to main content

Grater Nose

Kalau perhatiin status facebook dt, pasti inget kalo beberapa hari yang lalu dt bilang kalo dt berasa kek korban pasca cacar. Nah, sekarang ada yang baru nih, dt berasa kalo hidung dt kek parutan kelapa!

Jadi semua berawal saat dt akhirnya facial setelah berbulan-bulan ga melakukan ritual satu itu. Eh, salah, salah, awalnya pasti bukan saat facial. Facial adalah saat dt menyadari bahwa semua telah terlambat (halah, apaan sih). Dan setelah dipikir, diukur, dan ditimbang ulang, dt merasa kalo semua ini berawal dari skripshit! Yeah, skripshit lagi, skripshit lagi. Keknya dt lagi doyan banget menyalahkan skripshit ya.. Well, mendinglah menyalahkan benda mati dari pada menyalahkan benda hidup terus berujung dengan ketidaknyamanan massa *ingetbeberapasaatlalu*

Anyway, kembali ke hidung dt yang kek parutan kelapa. Sebenernya, kulit dt itu termasuk kulit normal yang cenderung berminyak, makanya risiko jerawat sama komodo, eh, komedo juga cenderung lebih tinggi daripada yang kulitnya normal atau kering.

Nah, berhubung sejak ngegarap skripshit dt jadi ga rajin lagi ngebersihin muka dan dipadukan dengan terpaan cuaca Ngalam yang kering, kondisi kulit dt juga ikutan berubah kering. Dan dengan suksesnya mengeringkan peternakan komodo di hidung dt. Maka jadilah itu komodo mengeras dan berhasil membuat hidung dt seperti parutan kelapa. Hahaha..

Keknya harus mulai rajin-rajin pasang krim malem lagi ini.. :-?

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...