Skip to main content

25 and Yearning for a Ticket Out

Judul di atas adalah potongan lirik lagu 24-25 dari duo favorit dt, Kings of Convenience.

dt ngerasa potongan lirik itu bisa mewakili kondisi dt sekarang.

Masuk di usia seperempat abad dan masih merasa belum apa-apa. Belum punya pengalaman. Belum punya pencapaian. Belum berani bermimpi besar. Belum bergerak untuk meraih mimpi. Hidup aja masih jadi parasit orang tua.

a ticket out from house
I love being at my home, tapi dengan 9pm curfew, kadang pengen ngekos biar punya kebebasan ekstra. Bukan sekadar kebebasan sih. Ngekos sebenernya juga semacam pembuktian buat diri sendiri that I can stand on my own, that I no longer a parasite to my parents. Kalau tahu gimana ortu dt, pasti tahu kalo kejadian dt ngekos itu semacam keajaiban, kecuali dt dapet kerjaan yang jauh banget dari Surabaya.

a ticket out to the world
I always consider myself as a social person. I mean, I have a lot of friends. Lalu dt nyadar kalau punya banyak teman belum tentu punya area pergaulan yang beragam. Punya pergaulan beragam berarti dt memperluas zona nyaman dt. Punya pergaulan beragam berarti dt bakal punya banyak cerita untuk didengar dan diceritakan ulang, yang sering kali bisa membantu menginspirasi diri. Punya pergaulan beragam berarti dt bisa belajar memiliki cara pandang, memahami masalah, dan mencari solusi yang beragam juga.

a ticket out from myself
Sometimes I just feel that I don't really know myself; that I don't understand myself; what I really want in life; what I really want to be; or how I want to be remembered.

A quote once says that sometimes you have to get lost, in order to find myself.

Maybe I want to get lost.

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...

Tiga Bulan Lewat

Yak, lagi-lagi dt vacuum ngeblog.. *ketawa mengenaskan* Sudah tiga bulan lebih dt ga ngeblog, dan beberapa hal yang terjadi selama tiga bulan ini. I get a job, as a trainer. Tahu sih agak melenceng dari jurusan waktu dt kuliah dulu. But i enjoy it. Dan sepertinya dt bisa lihat arah karir dt ke sebelah mana. Jadi tempat kerja dt adalah sebuah agensi SPG sebuah perusahaan susu multinasional yang sudah tersohor di Indonesia (halah :p). Ngarepnya sih, perusahaan itu bakal ngelirik dan ngerekrut dt dalam waktu dua tahun. Tapi kalau dalam dua tahun ga ada perkembangan yang menurut dt cukup pesat, mungkin dt bakal bertahan setahun lagi sambil cari opsi pekerjaan lain.. I get a partner, either. Dari dunia maya. Yang jelas mama setengah hati dengernya. Emang sih ga ada hujatan atau penolakan, tapi dt ngerasa kalau mama ga sreg saat tahu partner dt itu dt temuin di dunia maya. Mungkin mama takut dt jadi korban penipuan kek di tipi-tipi itu.. Selama itu terjadi beberapa drama yang bisa dt...

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...