Skip to main content

Sudah Dua Bulan

Yup.

Sudah dua bulan sejak dt akhirnya memutuskan berhenti dari kerjaan yang menurut banyak orang sangat bagus, stabil, dan menjanjikan. Memang sih kerja di bank BUMN jelas bakal terima gaji yang lumayan, terjamin ga mendadak diputus hubungan kerja, plus kerjaannya ga berat atau berisiko tinggi.

Tapi memang jiwa dt ga di sana.

Sejak masuk aja dt jadi gampang sakit. Belum sebulan kerja, dan waktu itu masih jaman di kelas training, dt sempat opname sekitar seminggu di rumah sakit. Padahal sebelumnya dt termasuk orang yang ga gampang sakit. Bahkan dt ingat opname sebelum ini waktu dt masih kelas enam SD.

Lepas dari pekerja korporasi dt mau usaha sendiri walau masih belum punya bayangan jelas usaha apa. Selama ini yang ada di bayangan dt sih cuma jadi penerjemah dan penulis lepas aja. Sayangnya kerja cari proyekan macam ini jelas tergantung ada atau tidaknya proyek, belum lagi memang harus berebut dengan freelancer lain. Yang dt yakin jumlahnya banyak, lebih ahli, lebih berpengalaman, dan mungkin juga lebih murah.

dt merasa harus punya usaha lain lagi. Jualan es, mungkin?

Anyway, buat yang sudah kenal dt pasti ga heran kalo tetiba dt punya blog baru (lagi). (visit my older blog and oldest blog). Rasanya tiap kali dt ingin mulai satu hal yang baru, dt lebih milih untuk punya blog baru daripada pindah kota dan punya tetangga baru.

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?