Skip to main content

Jatiguwi Adventure (1)

Tepar.

Gempor.

Kelenger.

Terserah deh apa namanya. Yang pasti sekarang dt kecapekan. Dari jam sembilan pagi sampe jam satu siang keliling desa dari ujung sampe ke ujung lagi, dari pinggir jalan besar sampe ke antah berantah. Ngapain? Nyariin 11 balita BGM.

Ha? Ga tau BGM? Okeh, dt jelasin dikit. BGM atau Bawah Garis Merah adalah sebutan bagi balita dengan berat badan di bawah range berat badan normal.

Oke, kembali ke pencarian 11 balita BGM. Sebenernya ini tugasnya instruktur dt, tapi berhubung ada kami, maka jadilah kami diberdayakan dan nggantiin tugas bu Hermin buat melacak kasus gizi buruk.

Nah, dt berpartner sama Zenta sebagai pengendara dan dt navigatornya. Eh, eh, selama di sini kemampuan navigasi dt meningkat tajam, bo! Nah, pertama dt ke polindes dulu buat tanya ke bu bidan Nur di mana aja 11 anak itu berada, yang ternyata pencar-pencar. Yang satu di mana, yang lain di mana. Tapi yang namanya kewajiban ya kudu dijalanin, kan.

Berpetualanglah dt bareng Zenta naek motor lewat persawahan yang menghijau (eh, udah kuning, ding. Udah ada yang panen juga) bahkan kita juga sempet nemuin waduk, bo! -hm, bisa dijadiin objek jepret tuh-

Setelah empat jam penjelajahan dan perjuangan penuh peluh dan nyaris gosong gara-gara naik motor di siang bolong, dt n Zenta berhasil dapet 4 balita, hohoho.. Dan perjuangan masih berlanjut besok.

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?