Skip to main content

Haru Nikah

Hari ini temen dt nikah. Namanya Hartini Sri Utami. Tapi sejak jaman SMA, dt biasa manggil dia Haru.

Ceritanya nih, banyak cobaan pas perjalanan dt ke rumah Haru. Pertama, lepas dari puskesmas, dt nungguin bus dari Sumberpucung ke Ngalam. Ada kali satu jam dt berdiri nunggu bareng Sari tapi ga ada bis gede yang lewat. Untungnya Yaya lewat bersama BMW (box merah warnanya) dan bersedia mbarengi dt ke Ngalam.
-ps. Mbak Wulan, maaf ya dt ngganggu acara kencannya, hohoho-

Dua, kan ceritanya dt ga tau di mana rumahnya, jadi deh pake acara cari alamat dulu. Dan berhubung alamatnya cuma nama desa, rt, n rw, makin merabalah dt. Pas masuk Sukodono, dt tanya orang, 'Panjunan sebelah mana, pak?' 'Oo, tasih tebih, mbak' Oke, masih jauh. Katanya sekitar 3km ke arah pasar. Tapi udah jalan 4km kok ga nemu janur, dt tanya orang lagi dan dapet jawaban yang sama yang bahkan bilang masih kurang 6km lagi. Lah kok. Okeh perjalanan berlanjut. Lama-lama kok makin ga yakin dan tiba-tiba sudah di Taman. Tanya orang lagi deh. Katanya dt kejauhan. Jadi dt kudu balik dan Panjunan itu sesudah deretan pabrik. Oke deh, puter balik dan jalan lagi. Deretan pabrik lewat tapi ga ada tanda-tanda janur kuning melengkung di pinggir jalan. Dan sekali lagi dt tanya orang. Tau dt dapet jawaban apa? Yaps, KEJAUHAN.

Demi jubah kiwir-kiwir Morgana, dua kali kurang jauh dan dua kali kejauhan, bo! Ternyata di depan deretan pabrik tuh ada perkampungan. Dan emang di sana ternyata.

dt masuk, tulis nama, cemplungin amplop, dapet souvenir cantik, salaman cipika-cipiki cupcup muahmuah, cabut deh.

But wait! Cobaan masih menerpa. Beberapa ratus meter sepulang dari undangan, dt tiba-tiba sadar kalau Aiko hilang! Maka kembalilah dt ke tempat Haru buat nyariin Aiko. Untungnya ketemu.

Ha.. yokatta.. Ternyata dt masih jodoh sama Aiko, hehe.. XDD

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...