Skip to main content

dt calling: dibiarin, di-reject, atau diangkat?

Yah, tahu kan, kebiasaan tambahan dt saat bulan Ramadhan ini. Bangunin orang waktu sahur. Dan entah mengapa dt merasa menemukan satu hal yang lucu setelah beberapa kali ngebangunin orang waktu sahur lewat dering henpun masing-masing. Yups, dt bangunin mereka dengan menghubungi henpun yang ditaruh dekat telinga saat tidur. Biar mereka denger dering henpun dan kebangun. Awalnya lumayan banyak yang bilang, "Wew, banyak pulsa, ya?" atau "Ga sayang pulsa?" dan dengan jelas dt jawab dengan "Kan dt miskol, jadi jangan diangkat dong..." Tapi sayangnya ga semua orang ngeh dan mungkin dt sendiri ga menjelaskan.

Pengennya sih, dt nelpon mereka dan mereka nge-reject sebagai bentuk pemberitahuan kalau mereka sudah bangun. Tapi ga semuanya terlaksana seperti yang dt pengin. Ada beberapa orang yang tanpa rasa bersalah dari pertama kali dt bangunin sampai hari ini masih ngangkat telpon bangunin sahur dt (Pulsa... oh, pulsa...). Ada juga yang ngebiarin telpon mereka berdering ga keruan. Dan berhubung ga ada respon, dt asumsikan si empunya henpun masih belum bangun. Jadi deh dt nelpon mereka sampe beberapa kali. Ya, kurang lebih 3-5 kali pengulangan. Setelah itu dt angkat tangan dan beralih ke daftar berikutnya. Ada juga yang ngirim sms ke dt, ngasih tahu kalo mereka udah bangun (kesel kali ya, henpunnya berdering terus). Dan beberapa yang lain me-reject panggilan sesuai harapan dt.

Beberapa hari yang lalu, Hacchan yang biasanya nge-reject panggilan, menerima panggilan dt dan berlanjut dengan obrolan. Ini potongannya...

Hacchan: eh, betewe ga sayang pulsa?
dt: heu?
Hacchan: ga sayang pulsa? Kan ini diangkat...
dt: gapapa kali, sekali-sekali juga...
Hacchan: sebenernya sih mau ga diangkat, tapi lama-lama pengin ngangkat juga
dt: wkwkwkwk... gapapa kali, kalo mau diangkat, asal jangan sering-sering ajah...

Terus besoknya giliran Mida yang biasanya ngebiarin panggilan dt sampe jamuran yang nerima panggilan dt. Sumpah deh, tumben banget, pikir waktu itu. Terus ternyata yang ngangkat bukan suaranya Mida! Gelagepan deh. Keknya sih, mamanya Mida.

Mamanya Mida: Cari siapa?
dt: er... Midanya ada?
Mamanya Mida: Ada, tapi masih tidur, mau dibangunin? Oia, ini dari siapa ya?
dt: er... iya, tante... Ini dari Desthi (tapi keknya mamanya Mida salah denger nama dt...)
Mamanya Mida: Mid, Mida, bangun... ini ada telpon dari Esti (tuh, kan...)
Mida: euh... he? Wa... kok diangkat... Halo, dt?

Pembicaraan selanjutnya serupa dengan pembicaraan orang membangunkan sahur. Model udah bangun belum?, met sahur, dkk. Tapi pembicaraan sama Mida belum berakhir dan berlanjut dengan sms. (smsnya udah kehapus, pokoknya isinya semacam ini deh...)

dt: tadi siapa, Mid? Mama? Kok dimarahin?
Mida: siapa yang dimarahin? dt? Aduh, maaf ya... Itu emang kebiasaan mama, yang namanya telpon harus diangkat
dt: bukan... Mida yang marahin mama, 'kok diangkat' gitu...
Mida: yah... kalo missed call terus diangkat, bukan missed call namanya =.=" kebiasaan...

Tapi terkadang dt mengharapkan ada satu orang yang ada di daftar Yang Kudu Dibangunin Waktu Sahur untuk ngangkat panggilan dari dt. Tapi sayang tuh orang ga pernah ngangkat... Padahal kan pengin denger suaranya... >_<

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...

Tiga Bulan Lewat

Yak, lagi-lagi dt vacuum ngeblog.. *ketawa mengenaskan* Sudah tiga bulan lebih dt ga ngeblog, dan beberapa hal yang terjadi selama tiga bulan ini. I get a job, as a trainer. Tahu sih agak melenceng dari jurusan waktu dt kuliah dulu. But i enjoy it. Dan sepertinya dt bisa lihat arah karir dt ke sebelah mana. Jadi tempat kerja dt adalah sebuah agensi SPG sebuah perusahaan susu multinasional yang sudah tersohor di Indonesia (halah :p). Ngarepnya sih, perusahaan itu bakal ngelirik dan ngerekrut dt dalam waktu dua tahun. Tapi kalau dalam dua tahun ga ada perkembangan yang menurut dt cukup pesat, mungkin dt bakal bertahan setahun lagi sambil cari opsi pekerjaan lain.. I get a partner, either. Dari dunia maya. Yang jelas mama setengah hati dengernya. Emang sih ga ada hujatan atau penolakan, tapi dt ngerasa kalau mama ga sreg saat tahu partner dt itu dt temuin di dunia maya. Mungkin mama takut dt jadi korban penipuan kek di tipi-tipi itu.. Selama itu terjadi beberapa drama yang bisa dt...

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...