Skip to main content

Kutu Loncat

Tahu iklan salah satu merk makanan instan terkenal yang menghadiahi para pembelinya dengan mainan yang disebut dengan Kutu Loncat, kan? Iya, iya, iklan nugget itu. Jadi, beberapa minggu yang lalu dt beli itu produk (Weks! Calon Dietitian kok makannya nugget instan! —no comment dah... XD) dan dt dapet hadiahnya.

Sebenernya sejak dapet itu mainan, sudah sering dt mainin sampe eneg sendiri hanya dalam hitungan hari. Tapi entah kenapa, kemarin malem hasrat untuk mainin itu kutu loncat muncul lagi.

*Dibalik – ditaroh – ditunggu* Pletak! Ho~ loncat... (yaiyalah... -_-a). Tahu ga, tiap kali dt mainin itu kutu loncat, ada sensasi tersendiri waktu ngeliat benda dari karet berbentuk setengah bola itu loncat. Sebuah sensasi yang bisa bikin dt nyengir kek anak kecil yang lagi bego-begonya. 

Nah, sekarang hasrat iseng ikutan keluar. *Dibalik – ditaroh di atas kepala – ditunggu* Pletak! Aduh.... sakit juga ternyata XP.

Hm, kalo ditaruh di atas keyboard gimana, ya... tuh kan, masih iseng juga. Nah, diasumsikan, kalo ditaruh di atas keyboard, suaranya bakal sedikit lebih keras. Karena selain suara dari kutu loncatnya sendiri, ditambah suara keyboard yang tersentak dengan si kutu loncat.

*Dibalik – ditaroh di atas keyboard – ditunggu* weh... ternyata lama juga... *ditunggu* hadoh... jauh lebih lama dari biasanya, ternyata. Makanya dt tinggal begitu aja buat ngambil pisang goreng.
Pletak! 

”WA! Apa itu!” weks, Mama teriak-teriak kaget.

”Itu... Kutu... Kakak...” Adek yang nyahut. Tiap katanya diselingi cekikikan geli.

”Kakak, ya!”

Waduw! Mati deh... dan selanjutnya terjadi adalah semuanya (Papa, Adek, Kakung, plus Mbak Mar) ketawa ngeliat Mama ngejar dt (Mama ama dt yang kejar-kejaran juga nyambi cekikikan) dan berniat nyubit, saking gemesnya sama kelakuan dt yang kek anak kecil dan udah buat Mama kaget (untung Mama dt ga jantungan) karena kutu loncat yang ditungguin akhirnya loncat juga, pas waktu Mama lewat di depannya.

Dasar kutu loncat ga tahu aturan! Wkwkwk...

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...

Tiga Bulan Lewat

Yak, lagi-lagi dt vacuum ngeblog.. *ketawa mengenaskan* Sudah tiga bulan lebih dt ga ngeblog, dan beberapa hal yang terjadi selama tiga bulan ini. I get a job, as a trainer. Tahu sih agak melenceng dari jurusan waktu dt kuliah dulu. But i enjoy it. Dan sepertinya dt bisa lihat arah karir dt ke sebelah mana. Jadi tempat kerja dt adalah sebuah agensi SPG sebuah perusahaan susu multinasional yang sudah tersohor di Indonesia (halah :p). Ngarepnya sih, perusahaan itu bakal ngelirik dan ngerekrut dt dalam waktu dua tahun. Tapi kalau dalam dua tahun ga ada perkembangan yang menurut dt cukup pesat, mungkin dt bakal bertahan setahun lagi sambil cari opsi pekerjaan lain.. I get a partner, either. Dari dunia maya. Yang jelas mama setengah hati dengernya. Emang sih ga ada hujatan atau penolakan, tapi dt ngerasa kalau mama ga sreg saat tahu partner dt itu dt temuin di dunia maya. Mungkin mama takut dt jadi korban penipuan kek di tipi-tipi itu.. Selama itu terjadi beberapa drama yang bisa dt...

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...