Skip to main content

Election Day

4 November 2008.

The Election Day.

Well, dt ga ngomongin tentang pemilihan presiden di Amerika sana. dt ngomongin tentang pemilihan Gubernur Jawa Timur yang memang kebetulan acaranya dilaksanakan pada tanggal yang sama. 
Dan kebetulan dt berada di propinsi yang berada di timur Jawa ini juga punya hak untuk memilih. Ayo dt ceritain sedikit tentang semua hal ga penting yang ada di benak dt tentang pemilihan kali ini. 
Pemilihan gubernur ini sebenarnya memasuki putaran kedua. 
Karena pada putaran pertama yang memiliki lima kandidat itu, ga ada satu pun yang memenuhi 40% suara pemilih. Dan dua kandidat yang memiliki pemilih paling besar adalah (ga usah inisial-inisialan, yah. Toh, semua juga sudah tahu) pasangan Sukarwo-Syaiful Illah dengan suara kurang lebih 26% dan pasangan Khofifah-Mudjiono dengan dukungan kurang lebih 24%.

Sebenernya, dt bukan orang yang politic minded. Bukan orang yang mau ikut berpikir bagaimana sebuah negara harus dipimpin. Bukan orang yang mau ikut sibuk terlibat dengan pesta politik seperti ini. Tapi bukan berarti dt bakal tutup mata dengan pergerakan dua calon gubernur ini. 

Yang dt tahu adalah bahwa pasangan dengan nomor urut satu ini telah dapat dukungan dari dua belas partai dan mendapat dukungan pribadi dari tokoh politik wanita yang sepertinya tahun depan juga ingin nyalon jadi presiden lagi. Pasangan yang membawa tag Makmur Aman Tentram Bersama ini mengusung pembenahan perekonomian dan pertanian dalam program mereka. 
Sedang yang dt tahu dari pasangan yang doyan mengumbar kalimat Coblos Brengose hanya bahwa mereka berencana bahwa seluruh APBD dialokasikan untuk rakyat (er.. memang seharusnya begitu, kan?). Ah, dan satu lagi, mereka punya situs yang lumayan bagus.

Jadi, menurut kalian dt bakal milih siapa? Well, dt tulis dengan jelas di sini kalau dt ga menghitamkan ujung jari kelingking dt dengan tinta yang disediakan pemerintah itu. 

Golongan putih. Yaps. Beberapa orang memperkirakan kalau pemilihan pada putaran kedua ini jumlah orang-orang golongan putih bahkan akan mencapai angka 60%. Padahal pemilihan putaran pertama saja angka golongan putih mencapai 38%. 
Beberapa orang tidak memilih karena bersikap fanatik dengan pilihan pertama mereka dulu. Beberapa yang lain tidak memilih karena menurut mereka siapapun yang terpilih nanti, toh, tidak akan ada perubahan yang berarti bagi mereka. Sedangkan bagi dt, pemilihan kali ini layaknya saat seorang vegetarian disuruh memilih mau makan daging ayam atau daging sapi. 
Tidak dari dua pasangan di atas yang menarik bagi dt. 
Bahkan lima pasangan di putaran pertama juga. Dalam pilih-memilih seperti ini dt bukannya melihat bagaimana visi dan misi masing-masing calon. dt justru lebih suka memilih orang-orang itu dari tampang mereka. Dangkal, memang. dt tahu. Tapi terkadang dan sering kali dt bisa mengetahui personality seseorang dari wajah seseorang. 
Dan dt lebih memilih bagaimana personality mereka daripada sekadar program yang mereka bawa. 
dt melihat wajah lemah dan mudah dipengaruhi. dt melihat wajah tegas, keras kepala, dan tidak mau kalah. dt melihat wajah yang tidak dapat diandalkan. Dan untungnya dt bisa melihat satu wajah yang sepertinya penyayang dan peduli. Tapi itu bukan berarti dt bakal mau memilih. Toh, wajah yang dt sreg posisinya cuma wakil gubernur. 

Orang bilang satu suara sangat berpengaruh dalam pemilihan. Dan dt telah memilih untuk tidak memilh.

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Balik Kucing

Apa itu balik kucing? Balik kucing  itu istilah orang jawa saat seseorang memutuskan untuk meninggalkan sesuatu tapi kemudian kembali lagi. So.. yeah, dt akhirnya memutuskan kembali ke blogger *ngakak nista*. Padahal di  blog lama  dt sudah dengan banternya say goodbye dan bilang pindah ke  tumblr  yang juga jarang banget dt isi. Sebenernya dt mulai jarang blogging itu karena keringnya ide nulis. Penyebabnya? Mari kita kembali menyalahkan skripshit dan revishit. Karena kurang bahan yang dibaca. Karena yang dibaca hanya materi tugas akhir. Karena setiap kata diperah hingga tetes terakhir untuk mengisi tiap lembar tugas akhir sampai ga ada yang tersisa untuk blog. Kalau emang ga ada ide nulis, terus ngapain pindah ke tumblr?  Nah, yang ini dt punya dua alasan yang ga penting banget. Satu, karena ternyata alamat site untuk akuisisi nama dt masih tersedia (di blogger sudah taken). Dua, karena dt jatuh cinta dengan satu theme di tumblr. Just it. Setelah ...

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...