Skip to main content

X9 Tales (day 7)

Hari ini dt ada penyuluhan untuk ibu-ibu PKK di RW 1. Penyuluhan tentang ASI dan makanan pendamping ASI. Sudah dari berapa hari lalu dt sudah siapin kebutuhan penyuluhan bareng Afni. Mulai dari soal pre dan post test, leaflet, poster, sampe daftar hadir.

Niatnya entar pas penyuluhan dt mau ngadain acara demo bikin makanan pendamping ASI, tapi sampai detik terakhir dt belum juga nyoba bikin. Males :p . Akhirnya tadi pagi dt bareng Afni, kami latihan membuat resep yang mau didemokan.

Menunya adalah telur kacang hijau.
Bahan:
- tepung beras 5sdm
- kacang hijau 4sdm
- telur 2butir
- gula 2sdm
- minyak 1sdt
- garam 1/4sdt
- air scukupnya
Cara membuat:
- rebus kacang hijau hingga lunak lalu hancurkan
- campur semua bahan dan aduk rata
- masak di atas api sedang dan terus tambahkan air hingga terbentuk tekstur yang diinginkan

Setelah mencoba setengah resep, ternyata jadinya buanyak banget bo! Kirain bakal jadi berapa sendok, eh, malah jadi sepiring penuh. Dan berujung di perut-perut anak-anak yang emang kek lubang hitam.

Pas mau penyuluhan, dt ngerasa degdegser. Eh, engga ding, ga degdegser. Cuma rada depresi sampe perut pengen bongkar muatan. Khawatir sama gimana penyuluhannya entar soalnya sampai detik terakhir dt ngerasa kurang menguasai materi yang mau dt sampein. Tapi untungnya semua berjalan lancar walau dt ngerasa kalau omongan dt ga didengerin.

Comments

Popular posts from this blog

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?