Skip to main content

After Election (1)

Masih berhubungan dengan pesta demokrasi di Jawa Timur. Selang beberapa jam setelah tempat pemungutan suara di tutup, yang kurang lebih ditutup jam satu siang, para lembaga quickcount mulai bergerak. Hasilnya, berita-berita sore sudah bisa menyiarkan perkiraan, sekali lagi perkiraan, hasil dari pemilihan suara hari itu.

Rata-rata lembaga memperkirakan bahwa pasangan Khofifah-Mudjiono menang tipis atas lawan mereka Sukarwo-Syaiful Illah. Dan angkanya memang tipis. Bedanya ga sampe satu persen. Padahal kemungkinan kesalahan tiap quickcount kurang lebih satu hingga dua persen. Itu artinya hasil quickcount dapat berbalik. Tapi dari seluruh hasil quickcount yang dt lihat, semuanya menghasilkan kemenangan tipis pasangan nomor urut satu ini.

Kemenangan tipis seperti ini, menurut dt, bakal bawa rusuh. Karena pendukung fanatik yang kalah jelas ga terima dengan kemenangan tipis lawannya. Dan yang bisa meredakan para pendukung ini jelas hanya tindakan bijaksana dari sang Public Figure untuk dengan lapang dada menerima kekalahannya. Walau dt ga yakin apa dua-duanya bisa dengan menerima kekalahannya begitu saja.

Oia, sebagai tambahan golongan putih pada pemilihan kali ini mencapai 46%. Yang menurut dt, tidak dari kedua pasangan calon di atas yang sebenenarnya berhak untuk memegang jabatan Gubernur Jawa Timur.

Comments

Popular posts from this blog

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?