Skip to main content

X9 Tales (day 2)

Waktu hari kedua dt tiba di X9 dan Ilmi, ibu tiri kami, ke bu bidan dengan niat say hello malah dapet berita yang bikin anak-anak berteriak APA!!! dan berlanjut dengan ngedumel sendiri-sendiri. Jadi, bu bidan ngasih tahu kalau di bulan Desember ia bakal ada acara posyandu ataupun pertemuan PKK. Padahal kegiatan yang dibuat itu berkisar di posyandu dan PKK. Itu artinya kami harus memajukan jadwal 2 minggu yang sudah ditata sedemikian rupa harus dirombak habis-habisan. Dari enam kegiatan, empat kegiatan maju dan harus dilaksanakan dalam waktu tiga hari lagi, yang lain maju seminggu dari jadwal. Padahal et belum siap materi sama sekali. Ditambah partner penyuluhan dt masih di rumahnya soalnya sakit. Mana anak-anak pada riweuh sendiri. Yang akhirnya nambah panik.

Terus dt tiba-tiba inget sama artikel why so serious-nya Jet yang berujung dengan reaksi "iya, ya, kenapa panik banget" toh panik ga bakal nyelesein masalah. Jadi deh dt ambil nafas panjang, buka Ichibubun, lepti dt, setel laguna King of Convienience, and do what I have to do. Asik sendiri ngarang materi lengkap dengan pamflet dan posternya sambil ngebayangin gimana pas penyuluhan entar. Sementara yang lain sepertinya masih asik saling berkeluh-kesah.

Sedikit lucu juga denger mereka dan heran sendiri ternyata kebanyakan cewek tuh lebih milih untuk menyampaikan masalah mereka daripada cari penyelesaian masalah.

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...

Tiga Bulan Lewat

Yak, lagi-lagi dt vacuum ngeblog.. *ketawa mengenaskan* Sudah tiga bulan lebih dt ga ngeblog, dan beberapa hal yang terjadi selama tiga bulan ini. I get a job, as a trainer. Tahu sih agak melenceng dari jurusan waktu dt kuliah dulu. But i enjoy it. Dan sepertinya dt bisa lihat arah karir dt ke sebelah mana. Jadi tempat kerja dt adalah sebuah agensi SPG sebuah perusahaan susu multinasional yang sudah tersohor di Indonesia (halah :p). Ngarepnya sih, perusahaan itu bakal ngelirik dan ngerekrut dt dalam waktu dua tahun. Tapi kalau dalam dua tahun ga ada perkembangan yang menurut dt cukup pesat, mungkin dt bakal bertahan setahun lagi sambil cari opsi pekerjaan lain.. I get a partner, either. Dari dunia maya. Yang jelas mama setengah hati dengernya. Emang sih ga ada hujatan atau penolakan, tapi dt ngerasa kalau mama ga sreg saat tahu partner dt itu dt temuin di dunia maya. Mungkin mama takut dt jadi korban penipuan kek di tipi-tipi itu.. Selama itu terjadi beberapa drama yang bisa dt...

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...