Skip to main content

Good but Not Great



Ini gara-gara ffeebbyy ngetwit kalo dia baru baca entri blog terakhir RedZz.

Yeah, dt menyalahkan febi karena mengingatkan seberapa plin-plan dt.. *ngakaksetan*

Sila loncati entri Rz yang berbicara tentang liburan ke phuket karena dt ga ada rencana berdarmawisata ke luar negeri berhubung dt seorang pengangguran tanpa penghasilan. Lewati juga tentang penggemukan karena dt tidak sekurus Rz dan punya lekukan tubuh untuk dipamerkan (OMG! I love my curve! #plak). Berhentilah di mana saat Rz berkata tentang dia bisa melakukan hampir segalanya, tapi bukan pakar.

I'm good on almost everything, but never great on something.

That's what i feel. That's my life.

Orang-orang dengan kondisi seperti dt biasanya lancar saat melewati masa-masa sekolah. Karena saat sekolah kita diminta untuk mampu mengusai segala macam pelajaran. Bukan hanya mata pelajaran yang kita sukai saja. Setiap nilai mata pelajaran sedikit di atas rata-rata itu saja sudah cukup. Sedangkan manusia yang memiliki kemampuan khusus biasanya justru tertekan karena lebih mampu di satu-dua mata pelajaran saja, dan tidak di mata pelajaran lain. Sayangnya, orang tua dan guru terbiasa untuk menitikberatkan segala sesuatu pada hal yang tidak kita bisa dan melupakan di mana kita bisa berkembang lebih baik. Atau memang kurikulum pendidikan di Indonesia yang terlalu menekan?

Eh, kok jadi ngelantur ke kurikulum pendidikan..

Oke, kembali ke topik. Seperti yang bilang tadi, tanpa bermaksud sombong (mungkin sedikit congkak lah..), dt bisa, mampu, mengerti, -atau paling engga- tahu tentang banyak hal sampe pernah dapet panggilan ensiklopedia berjalan. Kalo Mika bilang: I could be brown, I could be blue, I could be violet sky, I could be hurtful, I could be purple, I could be anything you like, Gotta be green, Gotta be mean, Gotta be everything more. I could be anything you like. I could be anything you want. I could fulfill every little fantasy you have.

Tapi sepertinya itu masalah dt. dt selalu berfokus pada orang lain, berkaca pada orang lain, mengukur dengan ukuran orang lain. Menerka dan mencoba menjadi apa yang orang lain inginkan. Karena dt sendiri ga tahu apa yang dt inginkan. Kalaupun tahu, tidak dalam waktu yang lama karena dt ini termasuk makhluk yang mudah bosan dan mudah tertarik dengan hampir apapun.

Sepertinya pe-er dt sekarang adalah berhenti menakar diri dengan ukuran orang lain; find where i could put my passion but still can give enough space to broaden my curiosity; dan tentu saja getting steady and stop being a parent parasite.

Amen..

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?