Skip to main content

Tahun Berganti, Juga Kami


How d’you spend your new year’s eve?

Beberapa ngumpul bareng keluarga. Beberapa menghabiskan waktu bareng temen. Sementara yang lain anteng di depan tivi. Atau mungkin juga ada yang terjebak macet di jalanan. dt sendiri awalnya asik nongkrong di depan tivi sebelum akhirnya mama-papa ngajak keluar buat menghabiskan waktu terakhir tahun 2010 di resto deket rumah. Katanya sih, di Taman Indie punya festival sate nusantara buat acara malam tahun baruan. Tapi tahun belum berganti dt sudah minta pulang.

Kalo inget tahun-tahun sebelumnya, dt ngerasa kalo makna tahun baru lama-lama berubah buat dt.

Dulu waktu masih jaman SD, tahun baru berarti terompet dan alasan untuk tidak tidur semalam suntuk. Maklumlah, waktu SD dulu dt harus sudah memejamkan mata sebelum jam sembilan. Lalu bergeser jadi menikmati segala macam acara yang tivi tawarkan dan berbuntut autis semalaman dan seharian, mulai dari malam tahun baru sampai malam pertama di tahun baru. Terus beberapa tahun terakhir, tahun baru berarti menyalakan sumbu kembang api bareng sepupu-sepupu dt yang masih kecil.

Dan sekarang? Malam tahun baru ga ada bedannya dengan malam di hari-hari lain.

Well, happy new year everyone, have a better year ^-^

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?