Skip to main content

Such a Blustering Night!

So, berhubung Ayu yang jauh-jauh dari Ibukota sono lagi dapet kerjaan di Ngalam, ketemu adalah sebuah kewajiban. Bahkan Cheeta yang dari Surabaya aja juga dateng ngegandeng Amel. Tapi Rere yang tinggal naik motor Ciliwung-Matos aja ga berani nerobos hujan. Mengutip umpatan Achim, "Ku*is!" Oke, acara menghujat Rere nanti akan dilanjutkan kok. Jangan kuatir :p

Jadi, tadi pagi dt ngecek ke tempat di mana Cheeta dan Amel nginep nanti dan bilang mereka bakal kedatngan tamu tengah malem. Setelah jam menunjukkan jam setengah lima, dt pun berangkat ke stasiun buat ngejemput dua wadon ini. Mereka naik Penataran yang kudunya nyampe jam lima dan ternyata baru dateng jam setengah enam. Well, ga bisa dibilang telat sih, soalnya biasanya lebih ngaret lagi dari itu. Nah, langsung deh capcus ke hotel tempat Ayu menginap.

Nyampe di Trio Indah dt nyamperin resepsionis dengan niat berbasa-basi biar ga jadi slonong girl gitu..

dt: Permisi mbak, mbak Ayu di kamar 105 bisa ditemui?
Resepsionis: Ah, kostumer kamar 105 sedang afternoon tea
dt: (ebuset, afternoon tea jarene) Oh, di mana ya?
Resepsionis: Itu di restoran *tunjuk tiga orang yang duduk sekitar 20 meter dari dt*
dt: (ealah, di sana ternyata) Biar saya tunggu kalau gitu

Nah, di sela-sela afternoon tea-nya dengan kolega dan atasan, Ayu nyamperin tiga anak ilang ini dan Cheeta langsung berkomentar, "mbak Ayu pake ROK!" Wkwkwk. Yeah, adalah sebuah kejadian yang jarang banget terjadi kalo kalian ketemu Ayu pas lagi ga kerja (dan kalo kejadian berarti besok mau ada hujai badai). Soalnya biasanya Ayu itu lengket sama koas dan celana jeans-nya.

Setelah Cheeta absen dan Ayu ganti baju, kita berempat langsung ke Matos sesuai dengan perjanjian awal. Rencana awal sih kita bakal ngangkot, tapi berhubung di luar sana lagi hujan deras, jadi deh naik teksi. Waktu itu sudah hampir jam setengah delapan, padahal janjinya pada jam setengah tujuh bareng si Rere. Herannya Rere juga ga ngasih kabar apa-apa. Di sms, pending. Di telpon, ga diangkat. Dan ternyata dia malah meninggalkan pesan di wall dt dan bilang kalo itu nomer dipake buat modem. Bah, dikira dt punya blekberi yang bakal bunyi tiap ada notifikasi baru kali ya..

Alkisah Rere yang masih di kosan (atau kontrakan ya?) di Ciliwung sono dan katanya terjebak hujan terus-terusan dicengin sama Ayu dan Cheeta yang emang pengen ketemu dan penasaran sama si Raja Kumis dari Tulungagung ini. Entah dicengin lewat plurk, sms, bahkan lewat telpon dengan tema ejekan "anak hedon ga punya jas ujan" *ngakak*. Lagian yang bener aja, anak hedon yang bilang duit tiga ratus ribu cuma cukup buat seminggu kok ga bisa beli jas ujan (jadi ikut ngecengin deh :p). Sampe-sampe Cheeta mencetuskan ide untuk mengado Rere sebuah jas hujan Teletubbies warna-warni kalo pas ultah entar si Rere masih belum punya jas ujan.


Popquiz!
Beri tanda (x) pada jawaban yang Anda anggap benar!
Tebak apa umpatan Achim untuk Rere:
( ) a. Kubis
( ) b. Kudis
( ) c. Kukis
( ) d. Kumis
( ) e. Bukan salah satu di atas, tulis jawaban Anda ...

Comments

Popular posts from this blog

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?