Skip to main content

Night with Ayu (1)

Alkisah Sha minta sebuah oleh-oleh pada Ayu yang lagi bertugas ke Ngalam City. Oleh-oleh yang tidak biasa karena biasanya buah tangan dari Ngalam itu keripik tempe, keripik apel, atau keripik-keripik yang lainnya. Tapi yang Sha minta malah foto dt berpita dengan baju babydoll plus ngebawa boneka. Jadi, demi memenuhi permintaan Sha dan menjaga keselamatan Ayu waktu balik ke Ibu Kota entar, dt nyamperin Ayu di hotel buat photosession.

Sembari menanti Ayu yang pulang telat dari kerjaan karena diajak makan soto ayam lombok bareng kliennya, dt nongkrong di McD sambil menikmati menu kreasi sendiri. Sundae Fries! Jadi, dt makan kentang goreng yang dicolekin ke es krim Sundae. Enak lo. Gabungan para asin gurih kentang goreng berpadu apik dengan manis lembut es krimnya. Eh, kok jadi ngiklan.

Oke, BTT.

Setelah menunggu dalam penantian panjang dan geje karena diliatin orang gara-gara paduan makanan dt yang ga umum, akhirnya dt ketemu Ayu juga. Dan tanpa panjang lebar dt langsung menghias diri dengan pita dan mengabadikannya dalam kamera Aiko tersayang. Lebih cepat selesai lebih baik. Oia, yang pengen liat hasilnya, jangan lupa ketik reg(spasi)dt kirim ke 8080 ntar dt upload ke album di fesbuk. Tunggu aja. *wink*

Nah, selesai acara pemotretan, kita pada conference call bareng Suma n Thiwy. Selama nelpon Suma dicengin abis-abisan sama Ayu. Kemaren Rere yang jadi korban, sekarang Suma. Untung Ayu ga doyan ngecengin dt. Hoho. Tapi kalo dirasa-rasa, Suma sepertinya emang punya gen dan bakat untuk jadi TO alias Target Operasi kok. Jadi ga heran kalo dia sering jadi objek teraniaya. Wkwk.

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...

Tiga Bulan Lewat

Yak, lagi-lagi dt vacuum ngeblog.. *ketawa mengenaskan* Sudah tiga bulan lebih dt ga ngeblog, dan beberapa hal yang terjadi selama tiga bulan ini. I get a job, as a trainer. Tahu sih agak melenceng dari jurusan waktu dt kuliah dulu. But i enjoy it. Dan sepertinya dt bisa lihat arah karir dt ke sebelah mana. Jadi tempat kerja dt adalah sebuah agensi SPG sebuah perusahaan susu multinasional yang sudah tersohor di Indonesia (halah :p). Ngarepnya sih, perusahaan itu bakal ngelirik dan ngerekrut dt dalam waktu dua tahun. Tapi kalau dalam dua tahun ga ada perkembangan yang menurut dt cukup pesat, mungkin dt bakal bertahan setahun lagi sambil cari opsi pekerjaan lain.. I get a partner, either. Dari dunia maya. Yang jelas mama setengah hati dengernya. Emang sih ga ada hujatan atau penolakan, tapi dt ngerasa kalau mama ga sreg saat tahu partner dt itu dt temuin di dunia maya. Mungkin mama takut dt jadi korban penipuan kek di tipi-tipi itu.. Selama itu terjadi beberapa drama yang bisa dt...

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...