Skip to main content

Bright Sunday in a Rainy Season

Ngalam terang seharian!

Hal yang jarang terjadi di minggu-minggu ini, walaupun cerahnya hari ini sudah terprediksi oleh dt. Well, dt bukan peramal cuaca sih, tapi dt cuma nebak dan memperhatikan kebiasaan yang ada.

Sebenernya sejak dua hari terakhir, Ngalam terus-terusan diguyur hujan nonstop! Sedikit aneh, eh? Yeah. Karena umumnya pola hujan di bulan Januari itu, cuaca cerah lengkap dengan matahari atau kadang ditemani sedikit awan sampai datang waktu dhuhur, setelah itu baru giliran awan mendung mengambil alih dan biasanya dilanjutkan dengan hujan hingga matahari masuk ke peraduan dan kembali cerah berangin saat malam tiba.

Tapi ini mulai dari dua hari lalu hujan beneran ga berhenti, paling cuma berkurang volumenya dan menjadi gerimis. Seperti diperas habis-habisan, hujan pengen ngehabisin stok airnya sampai ga tersisa seakan tidak ada hari esok. Lalu, kemaren, sekonyong-konyong dt teringat kalo besok (hari ini, maksudnya) Brawijaya punya acara Jalan Sehat. Jelas sudah penyebab keganjilan alam yang terjadi.

Menurut analisa dt, pihak Brawijaya menggunakan jasa pawang hujan untuk memastikan agar hari H Jalan Sehat bakalan cerah ceria sepanjang hari, makanya jatah hujan hari minggu ini dihabisin selama hari jumat dan sabtu.

Jaman gini masih pake pawang hujan? Secara sekarang sudah jaman modern di mana semua harus dapat dijelaskan dengan akal sehat dan jauh-jauh dari hal-hal klenik seperti pawang hujan, kan? Apalagi yang ngadain acara adalah Universitas Brawijaya yang notabene sebuah pihak akademis yang sudah seharusnya mengedepankan logika daripada kepercayaan, kan?

Well, sedikit memang ga masuk akal memang, tapi kalo terbukti mempan, ga ada salahnya menggunakan jasa mereka, kan.. *grin*

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...