Skip to main content

Corby oh Corby

Masih inget sama iklan Corby yang menurut dt catchy banget itu? Iya, yang bintang iklannya Nicholas Saputra bareng Dian Sastro itu. Yang soundtracknya dinyanyiin Paloma itu. Iya, Corby yang itu. Emang ada iklan Corby yang lain ya?

Nah, dt langsung naksir tuh sama si Corby (sama Nicholas Saputra juga XD *plak*) yang warna putih atau oren keknya bagus gitu. Sebenernya dt bukan orang yang penyuka Samsung. dt lebih ke pecinta Nokia. Tapi mungkin karena pesona Nicholas Saputra terlalu kuat untuk ditepis jadilah dt tergoda untuk memilih sebuah Corby. *halah*

Waktu itu opsinya ada dua. Corby yang touchscreen atau Corby txt dengan qwerty pad-nya. Kalo disuruh milih, dt milih yang txt aja deh. Soalnya sampe sekarang dt merasa kalo texting pake touchscreen itu lamanya mait-amit karena merasa tangan dt lebih cepet daripada kecepatan loading sebuah handphone. Bahkan kecepatan loading Aiko kadang juga kalah cepet. Makanya dt lebih pengen Corby txt.

Jadilah dt minta sama mama. Pengen dibeliin gitu. Tapi pas dummy-nya mama bilang itu Corby kek mainan secara ukurannya yang cuma segenggaman tangan plus bodynya dari plastik gitu. Dan mama memang lebih suka sama henpon yang bodynya dari metal. Kesannya kuat, gagah, dan tahan banting. Apalagi mama tahu kebiasaan dt yang doyan ngebantingin henpon *elus-elus aiko* makanya diurungkanlah beli Corby txt.

Terus kemaren dt browsing-browsing lagi karena masih pengen beli hape baru. Eh ternyata varian lain dari Corby sudah keluar. Ada Corby pro yang punya layar touchscreen lengkap dengan qwerty pad di dalam slide-nya. Plus, Corby pro ini sudah lengkap dengan wifi di dalamnya. Mana isunya hanya kisaran dua jutaan. Jadi pengen Corby pro deh, sekarang.. XD

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...