Skip to main content

Blog Baru di Tumblr

Jadi, gara-gara beberapa temen nw pada mindahin blognya ke tumblr, dt jadi penasaran memang apa okenya tumblr dan memulainya dengan bikin akun di sana.

Pertama masuk dt langsung disodorin pertanyaan mau pake alamat situs apa. Bah, belum ada persiapanlah, tapi ga mungkin bisa sign up kalo ga nyodorin alamat situs yang dimauin, jadi dt pake sawohitam sebagai nama blog tumblr dt. Diubek-ubek sana-sini, dicustomize dikit, pilih-pilih theme, plus ngulik-ulik dashboard, dan tiba-tiba kepikiran untuk menjadikan tumblr sebagai blog lain dt! Isinya? Jelas masih omongan geje dt lah. Bedanya, di tumblr nanti dt bakal ngecipris pake bahasa internasional. Haha. Yeah, keminggris dikit gapapa kan.

Sebenernya dt punya setumpuk blog yang semua terkonsentrasi di blogger dan dengan akun email yang sama. Maklumlah dt emang paling males kalo kudu sign in-sign out dan bikin email banyak-banyak (padahal udah punya lima dan aktif semua :p) . Jadi punya blog yang terkonsentrasi jelas kenyamanan buat dt.

Tapi kenapa dt pilih blogger? Well, clearly karena blogger itu ramah dan mudah kalo mau dimodifikasi dan diutek-utek seenak udel. Mulai dari yang pemula sampe yang mau bikin template html nya sendiri juga bisa kan. Dulu pernah sih bikin di wordpress, tapi berhubung otak dt ga nyampe dengan keribetan di sana, akhirnya dihapus juga akun di sana dan kembali ke blogger *ngakak*

Eniweis, dengan adanya blog baru di tumblr sono bukan berarti dt meninggalkan blog dt tersayang ini kok. ^^

Oia, sebenernya dt penasaran kenapa nama situs penyedia blognya bernama "TUMBLR" apa mungkin dulu niatnya pake kata TUMBLE tapi berhubung typo jadi TUMBLR ya? Secara, huruf E sama R kan jejeran gitu.. *mikir*


ps. and yeah, dt tidak ingin membagi alamat blog dt di tumblr :p

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...