Skip to main content

Malang Panas

Wahai warga Malang, entah hanya perasaan dt atau bukan, tapi menurut dt, Malang panas. Paling tidak untuk beberapa hari terakhir ini (Soalnya emang baru balik hari Selasa dari rumah). Dan tolong jangan bawa-bawa becandaan "kebanyakan dosa tuh" yang sering dt pake. Soalnya dt juga mendapat pernyataan serupa dari temen-temen yang menurut dt dosanya lebih sedikit daripada dt.

Jadi, sejak Selasa dt tidur tanpa berbalut selimut. Padahal umumnya, dt selalu tidur bergelung bareng selimut kalo di Malang. Dan untuk pertama kalinya dt menjauhkan diri dari yang namanya selimut dan memilih untuk meraih kipas yang sudah mulai berdebu soalnya ga pernah dt pake.

Hari ini, setelah menemani Rakhmi dan Afni yang baru selesai sidang skripshit (Lulus!) kami berlanjut ke Cafetaria UB bareng Lucky dan Ekka. Nah, pas lagi asik menghabiskan jus alpukat hasil traktiran dua orang yang baru dinyatakan lulus itu, Ekka nyeletuk kalo di luar sana gelap. Padahal waktu itu masih jam duabelas lewat sedikit. Tumben. Biasanya jam segitu lagi panas-panasnya yang pasti bakal bikin kita dehidrasi tanpa membuat kita berkeringat, soalnya keringatnya keburu menguap saking panasnya.

"Wah, mau ujan keknya.."

Waduh, padahal dt lagi ngegembol Ichibun dan ga bawa payung. Mana dt juga punya jemuran pula. Dan reflek dt langsung berdoa, "Ya Allah, semoga hujan turun saat setiap orang siap." Well, definisi setiap orang di sini itu dt maksudnya.. *ngakak setan*

Sesampainya di kosan, dt lihat jemuran sudah dipinggirkan ke tempat aman. Wah, sudah ada yang siap-siap kalo ujan ternyata. Tapi setelah di tunggu, sepuluh menit, setengah jam, dua jam, dan akhirnya sampai terbitnya entri ini, Malang belum juga dijatuhi tetesan air yang sebenarnya bisa menyegarkan suasana.

Malang panas... *kipas-kipas*

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...

Tiga Bulan Lewat

Yak, lagi-lagi dt vacuum ngeblog.. *ketawa mengenaskan* Sudah tiga bulan lebih dt ga ngeblog, dan beberapa hal yang terjadi selama tiga bulan ini. I get a job, as a trainer. Tahu sih agak melenceng dari jurusan waktu dt kuliah dulu. But i enjoy it. Dan sepertinya dt bisa lihat arah karir dt ke sebelah mana. Jadi tempat kerja dt adalah sebuah agensi SPG sebuah perusahaan susu multinasional yang sudah tersohor di Indonesia (halah :p). Ngarepnya sih, perusahaan itu bakal ngelirik dan ngerekrut dt dalam waktu dua tahun. Tapi kalau dalam dua tahun ga ada perkembangan yang menurut dt cukup pesat, mungkin dt bakal bertahan setahun lagi sambil cari opsi pekerjaan lain.. I get a partner, either. Dari dunia maya. Yang jelas mama setengah hati dengernya. Emang sih ga ada hujatan atau penolakan, tapi dt ngerasa kalau mama ga sreg saat tahu partner dt itu dt temuin di dunia maya. Mungkin mama takut dt jadi korban penipuan kek di tipi-tipi itu.. Selama itu terjadi beberapa drama yang bisa dt...

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...