Skip to main content

[30HM] H10 - Bagaimana Kalau

Seorang teman di grup whatsapp berbagi kalau sejak beberapa hari lalu ada bulik yang mengungsi di rumahnya. Lengkap dengan lima anak yang masih kecil-kecil. Buliknya sering dipukuli suami yang pengangguran. Saat sudah tidak tahan, biasanya buliknya mengungsi ke rumah.

Bulik ingin cerai tapi ditahan-tahan keluarga karena bagi mereka cerai itu aib. Setiap kali bulik mengalah dan berbaikan dengan suami. Setiap kali pula setelahnya lahir bocah kecil.
dt jadi penasaran sama prioritas keluarga bulik.

Kalau buat dt, tindakan fisik kekerasan dalam rumah tangga jelas jadi peringatan terakhir yang kemungkinannya berujung dengan gugat cerai. Karena menurut dt kalau sampai terjadi eskalasi hingga ada tindakan fisik, umumnya ada tindakan lain yang mendahului seperti kekerasan verbal, kekerasan psikis, atau penelantaran rumah tangga.

dt jadi ingat dengan curhatan di grup buk-ibuk yang cerita kalau mereka kerap dipukuli suami pun tidak dinafkahi. Yang ada dipikiran dt cuma heran kenapa mereka masih bertahan dalam kondisi seperti itu. Tapi kalau lihat komen, ternyata tidak sedikit yang justru menyemangati untuk bersabar dan bertahan demi anak.

Sik ta.. 
Demi anak?
Ga salah ta?

Dikira apa yang anak pelajari kalau mereka sering melihat ibunya dikasari tapi diam saja? 
Dikira apa yang anak pelajari kalau punya ayah tapi tidak menjadi sosok ayah?

Bagaimana kalau anak-anak justru tumbuh menjadi orang tua mereka?
Bagaimana kalau mereka tumbuh menjadi manusia yang tidak mampu menghargai pasangan hidup yang mereka pilih sendiri? 
Bagaimana kalau mereka tumbuh menjadi manusia yang tidak mampu menghargai dirinya sendiri? Bagaimana kalau mereka tumbuh menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga?
Bagaimana kalau mereka tumbuh menjadi pelaku kekerasan dalam rumah tangga?

Bagaimana kalau ternyata meningkatnya tindak kekerasan pada anak bukan karena televisi atau games, tapi karena meniru perilaku orang tua mereka sendiri?
Bagaimana kalau ternyata anak korban rundung tidak berani melawan karena melihat orang tuanya yang dipukuli pasangannya tapi diam saja?
Bagaimana kalau ternyata anak bersikap egois karena meniru perilaku orang tua yang ingin dijadikan raja di rumah?

Terlalu banyak bagaimana kalau, ya..

Tapi jangan lupa, kalau anak adalah peniru terhebat dan mereka akan meniru yang mereka lihat.

---

Jumlah kata: 334 kata

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Balik Kucing

Apa itu balik kucing? Balik kucing  itu istilah orang jawa saat seseorang memutuskan untuk meninggalkan sesuatu tapi kemudian kembali lagi. So.. yeah, dt akhirnya memutuskan kembali ke blogger *ngakak nista*. Padahal di  blog lama  dt sudah dengan banternya say goodbye dan bilang pindah ke  tumblr  yang juga jarang banget dt isi. Sebenernya dt mulai jarang blogging itu karena keringnya ide nulis. Penyebabnya? Mari kita kembali menyalahkan skripshit dan revishit. Karena kurang bahan yang dibaca. Karena yang dibaca hanya materi tugas akhir. Karena setiap kata diperah hingga tetes terakhir untuk mengisi tiap lembar tugas akhir sampai ga ada yang tersisa untuk blog. Kalau emang ga ada ide nulis, terus ngapain pindah ke tumblr?  Nah, yang ini dt punya dua alasan yang ga penting banget. Satu, karena ternyata alamat site untuk akuisisi nama dt masih tersedia (di blogger sudah taken). Dua, karena dt jatuh cinta dengan satu theme di tumblr. Just it. Setelah ...

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...