Skip to main content

Posts

Weekend Trip: Blitar

My very first trip on 2013! Yay! Another CS trip and we're heading to Blitar. Seperti biasa kalau jalan jauh sama anak CS, kita biasa berangkat malem dari Surabaya. Sampai di Blitar sudah lewat tengah malam dan kita ngungsi di rumah mas Firman, salah satu host lokal langganan anak CS. Beberapa jam tidur, giliran mandi, sempet ribet sendiri tentang sarapan yang berujung dibeliin ibunya mas Firman (makasih banyak, Bu.. plus teh anget pulak.. XDD), kami siap berangkat! Setelah ambil pesenan makan siang, kami menuju ke tujuan pertama. Makam Bung Karno  di depan museum Bung Karno Waktu masuk pusara Bung Karno, dt ngerasa pernah ke sana; saat ngelihat sekelilingnya: taman, kolam, perpustakaan, museum, bahkan jalanannya, dt ga inget sama sekali. Cuma begitu lihat pusaranya dt langsung berasa dapet deja vu. Well, bukan deja vu sih.. secara dt inget jelas kalau pernah ke sini bareng rombongan wisata kantor Mama. Anyway, dt suka museum. Coba kalau lebih tertata lagi. Ditata sesuai...

Tanah, Rumah, dan Sejumput Harga Diri

Beberapa bulan terakhir, dt sering nemenin mama pergi lihat tanah. Entah itu tanah kosong, rumah, ruko, sampe tanah kuburan. dt pikir mama mulai tertarik bisnis sendiri buat masa pensiun nanti dan mulai cari lokasi. Hari minggu kemaren, tetiba mama cerita tentang satu tanah ga jauh dari rumah mama yang dt tinggali sekarang. Masih satu perumahan, malah. Mama cerita kalo lingkungannya bagus, tanahnya luas, harganya tergolong murah, dan minta dt untuk lihat lokasi siangnya. Setelah lihat, kondisinya sesuai dengan cerita mama, yang dt pertanyakan adalah, mau dibuat apa? Soalnya kalo mau dipake bisnis jelas ga bagus karena jauh dari keramainan dan jalan utama. Kalo dijadikan rumah tinggal sih oke banget, tapi buat apa, toh ini juga baru pindahan belum ada setahun, masa iya mau pindah rumah lagi. Lagian rumah yang sekarang lebih besar daripada tanah yang mama barusan tunjukin. Feeling dt rada-rada ga enak tuh.. Pas dt tanya langsung, apa rencana mama buat tanah itu, mama bilang itu b...

25 and Yearning for a Ticket Out

Judul di atas adalah potongan lirik lagu 24-25 dari duo favorit dt, Kings of Convenience. dt ngerasa potongan lirik itu bisa mewakili kondisi dt sekarang. Masuk di usia seperempat abad dan masih merasa belum apa-apa. Belum punya pengalaman. Belum punya pencapaian. Belum berani bermimpi besar. Belum bergerak untuk meraih mimpi. Hidup aja masih jadi parasit orang tua. a ticket out from house I love being at my home, tapi dengan 9pm curfew, kadang pengen ngekos biar punya kebebasan ekstra. Bukan sekadar kebebasan sih. Ngekos sebenernya juga semacam pembuktian buat diri sendiri that I can stand on my own, that I no longer a parasite to my parents. Kalau tahu gimana ortu dt, pasti tahu kalo kejadian dt ngekos itu semacam keajaiban, kecuali dt dapet kerjaan yang jauh banget dari Surabaya. a ticket out to the world I always consider myself as a social person. I mean, I have a lot of friends. Lalu dt nyadar kalau punya banyak teman belum tentu punya area pergaulan yang beragam. P...

My First Aerobic Competition

Gegara jadi tumbal kantor, untuk pertama kalinya dt lihat dan ikut lomba aerobic. First thought, it's sooooo laaaaaaameee.. Jangan salah, I enjoy doing aerobic for workout and I know I'm good at it. Selama SMA dt rutin senam aerobic dan pernah dilirik instrukturnya untuk dilatih jadi instruktur senam aerobic. In the other side, aerobic gitu lo, yang identik dengan ibu-ibu hiperaktif berbaju minim dan lagu-lagu dangdut koplo pantura. Bener aja, banyak peserta ibu-ibu yang pake baju senam yang lebih mirip bikini dan dengan bangga dan pedenya memamerkan perut pasca melahirkan yang gemeluyur dan ga lagi kencang. dt aja malu mamerin perut dt kalo lagi ga rata. Yang mengejutkan adalah tingkat kesulitannya. Awalnya ada temen yang dengan pedenya bilang, "halah, menang lah.. cuma aerobic ae.. gampang.." dan dt juga sempat berpikiran begitu. Pemikiran picik yang berujung dengan engahan kehabisan nafas dan kami yang geleng-geleng sambil bersumpah serapah menganga denga...

Ino Yuwono: Pendidik, Sahabat, Ayah, dan Orang Asing

Saya tidak kenal langsung dengan pak Ino Yuwono. Saya hanya kenal nama. Mama saya kenal beliau. Beberapa orang yang saya kenal juga kenal beliau. Diawali dengan status YM  @ardinouv  mengabarkan meninggalnya pak Ino Yuwono, bersambung dengan saya yang mengabari mama, dan dilanjutkan dengan serangkaian kabar-mengabar lewat telpon. Mama ingin memastikan berita itu karena mama yang masih belum percaya dengan berita yang saya dapat. Memang sih, beberapa bulan lalu mama sempat menyambangi beliau yang masuk rumah sakit karena penyakit jantungnya. Tapi tetap saja mama tidak percaya. Di timeline twitter saya penuh tweet dengan tagar #InoYuwono yang kebanyakan dari pak  @bukik  dan hasil retweet beliau. Saya baca satu-satu hasil pencarian tagar  #InoYuwono . Saya memang tidak mengenal langsung pak Ino, tapi lewat tweet yang membanjiri timeline dan  belasan artikel di blog tentang pak Ino , saya jadi mulai merasa mengenal beliau. Sepertinya pak Ino itu tipe o...

Weekend Trip: Probolinggo

Another Couchsurfing trip. Lagi doyan ngumpul sama temen-temen CS nih. Weekend kali ini kita nyewa satu mobil colt n berangkat ke Probolinggo rame-rame. Sekitar enam belas orang (kalo ga salah hitung). Kita berangkat malem dari Surabaya dan nyampe sekitar tengah malem di Probolinggo. Di sana kita ngungsi di rumah mas Khas, salah satu host kondang di Probolinggo. Setelah numpang tidur, mandi bareng ikan (ikannya ditaruh di dalem bak mandinya gitu), dan sarapan pecel sangat pagi dan dalam jumlah yang sangat banyak (dt dong sebungkus berdua sama Ragil), kita berangkat. Jadi hari ini ada tiga tempat yang dituju. Ranu Agung, Ranu Segaran, dan sumber air panas Tiris. First stop, Ranu Agung. Danau besar yang dikelilingi bukit n tebing. Buat nyampe ke sana butuh kurang lebih sepuluh menit tracking. dt yang ga ngira bakal pake acara tracking kudu setengah mati soalnya cuma pake Crocs dan hampir kepeleset beberapa kali. Tapi perjuangan tracking sepadan dengan pemandangan yang dt dapet kok....

Tentang Galau

"aduh, galau nih.." Rasanya sering banget denger kata galau. Entah siapa yang mulai. Entah juga apa yang pake kata galau benar-benar tahu maknanya.. Menurut KBBI, inilah definisi galau: ber·ga·lau   a  sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);  Menurut dt, galau itu overrated.. Yet galau is the new black. Kalau kamu ga galau, berarti kamu ga ngikutin trend. Sebenernya penting ga sih bergalau itu? Bukan masalah penting atau ga penting sih. Karena setiap orang pasti akan berada di satu kondisi di mana pikirannya sedang kacau tidak karuan. Selama kita ngga tenggelam dalam kondisi itu lebih dari 2x24jam sih, menurut dt gapapa. Kalau lebih dari itu, perlu lapor ke pak RT. Kasihan pak RT kalau harus ngurus laporan kegalauan warga setempat. Bisa-bisa pak RT yang galau.