Skip to main content

[30HM] H13 - Fiksi: Posesif

Orang bilang, cemburu itu tanda cinta.

Apa suami kalian cemburuan?

Kadang aku merasa suamiku itu orangnya cemburuan tapi dia selalu punya alasan yang masuk akal atas rasa cemburunya. Atau lebih pas disebut protektif? Walau kadang aku merasa dia posesif.

Sudah hampir dua tahun usia pernikahan kami tapi belum juga dikarunia putra. Saat berkonsultasi dengan dokter kandungan aku disarankan untuk banyak-banyak istirahat. Suamiku langsung bersemangat mendorongku berhenti kerja karena dia sudah memintaku berhenti kerja sejak awal menikah dulu. Anjuran dokter ini membuatnya makin getol merayuku untuk berhenti kerja.

"Gapapa, penghasilanku lebih dari cukup kok. Kamu temenin aku aja di rumah ya, sayang," begitu rayunya.

Suamiku memiliki usaha perkebunan organik dengan berbagai macam sayuran yang rutin dikirim ke supermarket-supermarket premium. Jelas uang bukan masalah bagi suamiku. Pun suamiku tidak pernah pelit denganku atau keluargaku. Aku akhirnya memilih berhenti bekerja karena ingin benar punya anak. Syukurlah setelah menunggu hampir setahun sejak aku berhenti kerja aku hamil dan kini sudah memasuki bulan keempat.

"Sayang, sudah bangun? Sudah aku buatkan teh kesukaanmu," sapa suamiku lalu mengecup keningku. Kami sama-sama tidak terbiasa makan sarapan, hanya teh earl grey untukku dan kopi hitam untuk suamiku.

Temanku bilang aku beruntung punya suami yang perhatian dan banyak waktu bersama. Benar juga, sih. Tapi kadang rasanya berlebihan. Sehari-hari cuma berdua di rumah. Kesempatanku keluar paling kalau ikut suami lihat kebun. Atau kalau aku ingin pergi atau ada janji ketemu dengan teman, suamiku selalu mengantarkan. Tidak pernah ketinggalan. Orang lain yang melihat kami harmonis. Runtang-runtung ke mana-mana bersama. Tapi aku merasa seperti burung dalam sangkar.

Tiba-tiba perutku terasa mulas dan melilit hebat.

"Mas!" pekikku.

Aku pingsan.

***

Kuusap rambut istriku dan kucium keningnya. Ia terlihat pucat. Sebenarnya sedih saat aku harus melihatnya kesakitan lengkap selang infus rumah sakit di tangan. Tapi mau bagaimana lagi, rasanya aku lebih tidak sanggup kalau harus berbagi cintanya dengan satu orang lagi.

Kuseduhkan teh earl grey kesukaan istriku. Tapi kali ini dengan air rendaman rumput fatimah yang lebih banyak.

---

Jumlah kata: 320 kata.

Catatan: Rumput Fatimah adalah herbal yang dipercaya dapat membantu persalinan tapi dalam dosis yang salah juga memiliki risiko menyebabkan keguguran.

Comments

  1. asyik ini. logika berceritanya dapat banget. triler kalik yah. bisa sih klo kelanjutan ciritanya jadi horor. AKU SUKAK INI. ahahahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehe.. makasih..
      tapi masih belum ada rencana ngelanjutin.. :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?