Skip to main content

I Need a Hug

I need a hug.

The big one.

Entah kenapa tiba-tiba dt pengen dipeluk. Entah karena chara dt dipeluk terus PMnya jadi dipeluk juga atau karena kondisi emosional dt yang memang sedang terpuruk sampai butuh dukungan fisik-emosional.

Biasanya dengan ngobrol atau curhat sama temen-temen (di real atau net world) itu sudah cukup untuk bangkitin kondisi dt yang sedang terseok-seok. Tapi kali ini tekanan yang dt hadapi berhasil buat dt jatuh terjerembab sampe ndlosor-ndlosor. Sampai dt lebih memusingkan rasa sakitnya daripada dt bangkit dan melanjutkan berjalan. Bodoh, memang. dt tahu. Tapi entah kenapa kali ini dt itu bukan jatuh ke jalanan, tapi jatuh ke lubang galian yang dibuat seenaknya tanpa repot-repot memberi tanda peringatan. Setengah mati rasanya untuk bangkit dan keluar dari sana. Padahal dt yakin lubang itu tidak sedalam yang dt pikirkan. It's just my own mind playing trick.

Sebuah pelukan jelas sangat berarti untuk dt. Bagi dt pelukan dapat memberikan kenyamanan dan kekuatan untuk membantu dt bangkit dari situasi apapun.

Seorang bayi yang lebih sering disentuh jauh lebih tidak rewel daripada bayi yang tidak pernah disentuh.

Sentuhan, any touch, jelas lebih kuat efeknya daripada sekadar ketikan huruf atau kalimat yang keluar dari mulut. Pelukan, belaian di kepala, usapan di punggung, atau bahkan tepukan ringan di pundak jelas lebih mampu memberikan kenyamanan.

Ah, dt misses her mum..

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?