Skip to main content

Just another lossy guy

Frankly! Apakah nelpon tiba-tiba dan tanya nama masih jadi metode kenalan yang tren saat ini?

Puh-lease...

Heran deh, kenapa masih ada juga yang masih pake cara yang udah out of date itu. Apa para lelaki di luar sana sebegitu desperate-nya sampai pakai cara paling nggilani untuk kenalan sama seorang perempuan? *sighed* Mengenaskan.

Kenapa dt bilang cara paling nggilani? Well, udah jelas, kan. Mencoba asal tekan nomor dan kalau kebetulan yang ngangkat cewek terus diajak kenalan. What do yo thing are we? A target that you can aim eye blinded? It's sickening. Dan yang lebih bikin nggilani lagi, kenalan lewat telpon itu jelas ga perlu bertemu muka. Itu artinya kalian pengecut. Buat mereka kenalan via telpon jelas lebih menyelamatkan muka mereka sendiri. Kalau mau diajak kenalan syukur, kalau engga all you have to do is just hang off the phone.

Dan dt tahu banyak laki-laki yang melakukan hal menjijikkan itu. Mengingat entah berapa kali dt mengangkat nomor yang ga dt kenal dan berujung minta kenalan. But sorry boys, you won't even get my name, no matter you try, cry, or beg.

Ada satu yang kemaren nelpon dt. Kalo ga salah inget, Rizal namanya (padahal awalnya dia bilang dia Vino, kalo ga salah denger). Dan untuk perjuangannya, dia berhasil memecahkan rekor seorang cowok yang berjuang paling lama untuk telpon ga dikenal ini. 21 menit lebih.

Me. Nge. Nas. Kan.

Tapi boleh deh dt tepuk tangan dt buat menghargai perjuangannya. Biasanya waktu yang dt butuhin untuk menghalau orang-orang model gini sekitar tiga sampai lima menit untuk menyadarkan pria di ujung sana kalau dt sama sekali ga tertarik dan membiarkan mereka mundur sendiri. Yeah, dt ga terlalu pengen ngelukain hati lembut mereka terang-terangan. Dan untuk bertahan selama itu, jelas menandakan kalau dia seorang pejuang, atau sekadar orang bebal ga tahu diri.

Yang dia hubungi nomer lama dt yang jelas banyak nomer temen dt yang ilang. Nah, dt kira ini temen lama dt, jadi deh diangkat. Tapi begitu denger dia ngomong "halo" aja, dt sudah tahu bakal berujung ke mana pembicaraan ini. Skenarionya standar. Tiba-tiba nanya ini siapa. Enak aja minta nama tanpa nyebutin nama. Ya jelas dt tanya balik ini siapa, mau cari siapa. Dia bilang kalo nomer dt sering miskol-miskol sama sms nanya nama ke nomer adek sepupunya. Cih, another cowardism. Sebuah kambing hitam dan alasan, eh? Adek sepupu.

Pengen deh rasanya nyerang si Rizal ini dengan why attack (tapi kesian ntar kalo nangis ga ada yang beliin balon).

Pengen deh maki-maki terus ngebanting telponnya (tapi sayangnya ini henpun baru, sayang kalo dibanting-banting).

Pengen deh nyuruh buka, baca, dan praktekin artikel Hitman System (walau sepertinya orang di ujung sana itu gaptek).

Tapi ga tahu kenapa, sepertinya mental costumer service dt lagi tinggi, jadi dt biarin aja dia ngomong ke mana-mana sementara dt lebih asik mengarsip data-data Slytherin Common Room. Sekilas dt denger dia ngomong tentang apa suami dt ga marah kalau dia telpon. Ebuset, emangnya suara a la operator dt nimbulin kesan suara istri orang apa yak?

Dia bilang dia ga kuliah dan ga kerja. Ckckck. What a parasite! Gitu masih dengan enaknya ngabisin uang orang tua buat pulsa yang sekarang dipake dengan cara yang menjijikkan ini

Dan dia telah berhasil bikin dt bingung antara pengen nangis kesian atau ngakak konyol adalah waktu dia minta izin ke dt biar dia boleh nyimpen nomer dt di henpunnya. O! M! G! Rendah sekali dia meletakkan harga dirinya! Bahkan untuk NYIMPEN nomer dt di HENPUNNYA SENDIRI dia masih MINTA IZIN!

^^"

And this Rizal is just another hopeless, useless, parasite, lossy guy.

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...