Skip to main content

Nguping Nih, Ceritanya

dt lagi dalam bus perjalanan pulang ke MudField sekarang. Dan di belakang dt ada seorang cewek yang lagi ngobrol via telpon. Tadi pas cewek itu naik, dt kira dia itu cewek tomboi yang efisien. Karena dari potongan rambutnya yang kaku itu dipotong cukup pendek. Tapi ternyata dt salah. Itu cewek cuma suka bergaya tomboi. Karena menit berikutnya dia langsung ngobrol di telpon dengan segala kegenitan yang girlish abis. You can't judge a book from its cover. Yeah.

Dalam pembicaraannya di telpon, ini cewek pakai tiga bahasa sekaligus. Bahasa jawa ngoko yang medok, bahasa indonesia yang gaul, dan bahasa inggris a la tante-tante genit yang sok bisa bahasa inggris. Pas denger reaksi dt langsung, 'cek kemenyeké seh..' (sok banget sih - pen.). Kenapa dt bereaksi seperti itu? Karena dt ga terbiasa mendengar orang berbicara dengan cara yang campur aduk seperti itu. Setiap penggunaan bahasa punya makna yang beda buat dt.

Tapi kalau dipikir lagi mungkin itu mekanisme si cewek agar lebih nyaman mengekspresikan yang ia sampaikan ke temannya yang ada di ujung telpon sana. Pakai bahasa indonesia gaul ber-lo-gue mungkin karena lingkungan kampus kebanyakan temannya pake bahasa itu. Pakai bahasa jawa saat butuh suasana yang lebih akrab dan intim, karena dt perhatiin ni cewek lebih sering pake bahasa jawa pas narik simpati temen ngobrolnya. Dan pakai bahasa inggris saat dia bahas sesuatu yang tidak ingin orang lain mengonsumsinya. Ngejelekin pacar sendiri, maksudnya. Wkwk, dasar, pacar sendiri kok dirasani, mbak..

Sayangnya kuping dt sudah lumayan fasih untuk mendengarkan english conversation, jadi maaf ya, mbak, ga maksud nguping. Mbaknya sendiri ngomongnya lumayan keras sih..

By the way, sudah lebih dari setengah jam itu cewek ngobrol di telpon dengan orang yang sama. Apa itu kuping ga capek ya? dt aja capek dengernya..

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Balik Kucing

Apa itu balik kucing? Balik kucing  itu istilah orang jawa saat seseorang memutuskan untuk meninggalkan sesuatu tapi kemudian kembali lagi. So.. yeah, dt akhirnya memutuskan kembali ke blogger *ngakak nista*. Padahal di  blog lama  dt sudah dengan banternya say goodbye dan bilang pindah ke  tumblr  yang juga jarang banget dt isi. Sebenernya dt mulai jarang blogging itu karena keringnya ide nulis. Penyebabnya? Mari kita kembali menyalahkan skripshit dan revishit. Karena kurang bahan yang dibaca. Karena yang dibaca hanya materi tugas akhir. Karena setiap kata diperah hingga tetes terakhir untuk mengisi tiap lembar tugas akhir sampai ga ada yang tersisa untuk blog. Kalau emang ga ada ide nulis, terus ngapain pindah ke tumblr?  Nah, yang ini dt punya dua alasan yang ga penting banget. Satu, karena ternyata alamat site untuk akuisisi nama dt masih tersedia (di blogger sudah taken). Dua, karena dt jatuh cinta dengan satu theme di tumblr. Just it. Setelah ...

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...