Skip to main content

Karaoke

dt baru aja selese karaokean.

Kapan ya terakhir kalinya dt karaokean sebelum ini.. Keknya dah lama banget. Tadi kebetulan temen mama yang baru buka karaoke lounge ngundang. Mumpung nih, mumpung. Semua ikutan. Nama tempatna Asiana, di daerah ruko Darmo sebelah hotel Shangri-la Surabaya. Dari jam dua sampe jam enam dt, mama, papa, adek teriak-teriak nyanyi-nyanyi ga jelas. Well, ga ga jelas kok. Suara-suara kita lumayanlah.

Awalnya pilihan lagu dt ama adek tuh normal-normal ajah. Lagu-lagu pop gitu. Model stuck, hate that i love you, sexyback, toxic, dekaka. Tapi lama-lama bergeser jadi lagu evergreen model eternal flame, copacabana, you look wonderful tonight, let it be, deelel. Terus berlanjut ke lagu lawas Indonesia n kek biru, bunda, pelangi di matamu, timang-timang, deeste. Dan berujung di lagu-lagu yang makin ga jelas seperti sakit gigi, gethuk, fatwa pujangga, en prau layar.

Ampun dah.. Dari lagu modern, evergreen, dangdut, jawa, ampe akhirnya jadi campur sari. Ga nyangka perbendaharaan lagu dt lumayan luas juga. Wkwkwk.

Nyanyi-nyanyi kek gini tuh nyenengin juga lo. Biar suara ga jelas, salah lirik, atopun nada kita sumbang, tetep nyenengin. Cuma kebetulan dt sama keluarga, jadi terlalu gila. Coba kalo karaokeannya bareng temen, pasti ketambahan joget-joget super ngaco. Wkwkwk.

Kapan-kapan ngajak temen karaokean ah..

Comments

Popular posts from this blog

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?