Skip to main content

Review Gath 271208

Date: December 27th, 2008
Place: Mall Taman Anggrek
Occasion: IH Gathering

Diawali dengan sms dt ke beberapa orang yang dt tau bakal ikutan gath dan dapet balesan kalo semua nangkring di McD. Sampai di sana sudah ada empat biji orang di sana. Lian, Asril, Rahma, Kacang. The Sumatran. Terus berlanjut dengan kedatangan Thiwy, yang dianter mapanya dan papanya bilang nitipin Thiwy ke kita-kita. Weh, om, om, anaknya sudah bisa jaga diri kok.. :D Then come Pince yang katanya ikutan gath karena mu balikin buku yang dia pinjem dari Lian. Beralih ke Mida yang dateng pake rok unju dan ganjel pintu lima senti. Terus Talith yang juga dianter mapanya. Yaiyalah, banjir bandang besok kalo Talith ga dianterin. Secara, dia kan masih anak pingitan. Okeh, beralih ke Balin yang konon urung ke TA naik sepeda karena bantalan dia udah decubitus duluan. Jeng, jeng, disapperate aja napah.. Wkwk.. Dan ditutup dengan miss Wahyu yang petentengan bawa rumah keong isi beras sekarung.

Overall, isi gath cuma share cerita tentang IH, pemeran, dan pemegang karakternya. Yang Olip sengsara karena dua anjingnya leha-leha sendiri. Yang Ayu baru dari Lampung. Yang Lian ngejutekin Pince terus betengkar-betengkar konyol. Yang Asril njajah hampir semua makanan orang. Yang Balin ama Beau. Dan dt? I'm an observer, lof.. Karena sangat menyenangkan mengumpulkan perbendaharaan reaksi, ekspresi, dan intonasi masing-masing individu dan memainkannya nanti saat berlanjut berkomunikasi lewat tulisan.

Sayangnya saat semua berencana ke skating arena, dt keburu diabsen disuruh balik, karena kami harus ke rumah mbahdhe.. *timpuk papa pake sepatu* *dirajam rame-rame* Padahal dt masih pengen nempel.. Eh, tadi siapa yang belum dt tempelin yak..

Ah, ya, kesan pesan dt to each one of you..
Lian: jeng, jeng, yang makan itu perut, bukan mata.. *peace* Oia, tentang tugas dt, laporan RW dulu ya jeng..
Asril: aduh, bang, itu makanan orang dijajah mulu sih.. Tapi kekna dirimu ga berani ngejajah makanan dt.. Wkwkwk.. Oia, cewek Selith angkatan kita cuma tinggal kita berdua lo..
Rahma: narsis lu jeng! Henpun bergetar aja heboh. Kek ga pernah ditelpon orang ajah.. Oia, tentang tragedi poto itu, maaph banget yak.. Ga nyangka kalo seaib gitu. Sampe si Asril mbathi kena lu peluk. Maaph yak. dt ga liat potona kok. Wallahi!
Kacang: calon komentator keren! Jadi penasaran berapa kecepatan merepetmu dan berapa kata yang bisa kamu ucapin dalam semenit.. :p Oia, bagi hasil jepretanmu ntar yak..
Thiwy: dt likes your cut. It's fresh. Bagusan digerai, jangan sering-sering diiket.
Pince: no word for you, boi. But i love when you and Lian words battling.. Wkwk.. Oia, komen-komenmu nancep, btw.. Luckyly, dt ga kena komen..
Mida: dandan udah cantik gitu, jalannya juga cantik dikit dong jeng.. Jangan kek koboi.. *dibakar*
Talith: silence like always.. dt baru tahu gigimu di pagerin, jeng.. dt juga niat magerin gigi, tapi ntar habis lulusan..
Balin: well, dt ga begitu banyak interaksi sih.. Oia, jangan lupa beli sendal yak..
Wahyu: diem aja tadi.. Keberatan tas sih.. Apa aja sih isinya..

For all of you: thank you for the great time, acceptance, story, smile, and laugh you share.. ^.^

Love, hug, and kiss all the way..

Comments

Popular posts from this blog

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?