Skip to main content

X9 Tales (day 16)

Hari ini dt bikin kalender 2009 buat suvenir. Setelah nemuin kalender contekan dan memerahkan beberapa tanggal, saatnya memenuhi kalender dengan foto. Salah satu alasan kenapa dt yang kebagian tugas tambahan untuk bikin kalender adalah karena selama ini dt yang bawa kamera dan doyan jeprat-jepret kegiatan yang kami laksanakan. Sedangkan alasan kuatnya adalah karena cuma dt yang bisa ngutak-atik corel *gede kepala*.

Selama nata foto kalender, yang terpaksa isinya foto kegiatan semua, dt baru menyadari kalau foto nampang para srikandi ini bisa diitung jari. Wah, wah, sebagai anggota ORMAGIKA (Organisasi Mahasiswa Gila Kamera) dt merasa bersalah. Adalah sebuah kewajiban bagi anggota ORMAGIKA untuk tetap sadar kamera dan nampang setiap ada lensa yang membidik.

Nah, berhubung dt selama ini sudah jadi sie dokumentasi alias pemegang kamera, dt merasa bertanggung jawab untuk mencari kesempatan dan tempat asik untuk mengabadikan keindahan gaya para srikandi Nine Rivers ini. Hm, tapi sampai sekarang dt cuma dapet sedikit tempat keren yang bisa dijadikan latar. Pohon beringin di SDN2, lapangan sebelah balai desa, balai desa, ladang tebu, hutan Kuso, sama jalanan. Rasanya butuh tempat yang lebih eksotis nih..

Jadi sie dokumentasi abadi tuh enak juga loh. Saat pembagian panitia acara, dt dengan semena-mena bisa ngeles dari tunjukan tugas panitia dengan dalih "Kan dt yang foto-foto".

Tapi ternyata jadi tukang foto ada ga enaknya juga karena justru jarang dijepret. Yang namanya tukang foto itu MEMFOTO bukan DIFOTO. Dari sekian banyak hasil jepretan, foto yang ada dt di dalamnya masih bisa dihitung tangan. Dan kebanyakan foto itu ga sebagus foto jepretan dt. Yang ga fokuslah, yang gelaplah, yang pecahlah, macem-macem deh. Jadilah mending dt yang memfoto dan dt harus merelakan diri jadi tumbal kamera. Huks.. nasib, nasib, kutukan dokumentasi..

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...

Tiga Bulan Lewat

Yak, lagi-lagi dt vacuum ngeblog.. *ketawa mengenaskan* Sudah tiga bulan lebih dt ga ngeblog, dan beberapa hal yang terjadi selama tiga bulan ini. I get a job, as a trainer. Tahu sih agak melenceng dari jurusan waktu dt kuliah dulu. But i enjoy it. Dan sepertinya dt bisa lihat arah karir dt ke sebelah mana. Jadi tempat kerja dt adalah sebuah agensi SPG sebuah perusahaan susu multinasional yang sudah tersohor di Indonesia (halah :p). Ngarepnya sih, perusahaan itu bakal ngelirik dan ngerekrut dt dalam waktu dua tahun. Tapi kalau dalam dua tahun ga ada perkembangan yang menurut dt cukup pesat, mungkin dt bakal bertahan setahun lagi sambil cari opsi pekerjaan lain.. I get a partner, either. Dari dunia maya. Yang jelas mama setengah hati dengernya. Emang sih ga ada hujatan atau penolakan, tapi dt ngerasa kalau mama ga sreg saat tahu partner dt itu dt temuin di dunia maya. Mungkin mama takut dt jadi korban penipuan kek di tipi-tipi itu.. Selama itu terjadi beberapa drama yang bisa dt...

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...