Skip to main content

X9 Tales (day 11)

dt meledak!

OMG! Tadi dt marahin anaknya orang!

Jadi hari ini dt ngasih penyuluhan ke anak SDN2 dan dapet anak kelas 3 yang ternyata kumpulan anak-anak yang susah diatur. dt talking about the boys. Ada tiga anak laki yang jadi sumber keributan yang sayangnya ga dt inget namanya. Yang pertama, si ketua kelas, model nakal destruksif, ga peduli, dan sok kuat. Biasanya saat anak SD diiming-iming atau diancem, mereka bakal nurut, tapi yang ini engga. Dia tetep sibuk sendiri dan gangguin temennya. Yang entah kenapa dt ngerasa kalau dia ngalami kekerasam fisik di keluarganya. Yang kedua, model nakal cari perhatian. Rame sendiri tapi begitu disuruh maju ga mau. Sepertinya dia ga dapet cukup perhatian di rumah. Padahal sebenernya dia itu bibit bagus lo.. Mana cakep pula.. Wkwk. Yang ketiga, tipe nakal pengikut. Kalau salah satu dari dua ribut, dia pasti nambah ribut. Kalau dua-duanya diem, dia juga diem. Sepertinya dia anak bontot yang selalu berusaha niru kakaknya atau orang-orang yang lebih menonjol.

Lah, kok jadi sok analisa gini yak..

Nah, tadi suasana kelas bener-bener berantakan. Sampai dt yang sebenernya termasuk orang yang sabar sampe muntab juga. Anak-anak rame sendiri. Lari-larian. Dan mulai berantem.

"Duduk! Semua diem! Balik ke tempat duduknya sendiri!" Suara dt jadi keras, tegas, dingin. Mata tajem, memerintah. Badan tegap, intimidatif. "Jangan kira mbak bisa senyum tapi ga bisa marah!" Bahkan Lucky ikutan marah. Dan akhirnya mereka mau sedikit nurut.

Salah ga sih marahin anak orang kek gitu?

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...