Skip to main content

Lost Phone

Sudah tahu kalau beberapa hari sebelum dt brangkat ke desa dt kehilangan handphone berikut kartu abadi yang sudah dt punya sejak jaman SMP? Hilangnya bukan karena kecopetan atau dicuri. Hilangnya karena dt lupa di mana dt taruh hempun dt. Dan kemungkinan tempat terakhir adalah mobil atau rumah. Berhubung ga ada di kedua tempat itu, mungkin aja udah jatuh entah di mana.

Sayangnya dt harus berangkat ke desa dan belum sempet ngurus nomer lama ini. Shortcutnya, dt beli aja nomer prabayar baru. Well, berhubung terbiasa pake nomer pascabayar yang bisa sms dan nelpon seenaknya, dt beberapa kali kehabisan pulsa dan sempet bingung beli di mana. Untung aja ada temen yang jualan pulsa selama dt di desa. Tapi bener deh dibandingin antara make pascabayar sama prabayar, dt jadi lebih irit make prabayar. Pengennya sih ganti ke prabayar, tapi sayang banget sama semua orang yang tahu nomer dt yang lama ini. Dari SMP bo! dt putusin tetep make nomer yang sekarang dan tetep ngurus nomer yang lama.

Dan di sinilah dt, nunggu nomer lama diblokir dan dibuatin kartu baru dengan nomor yang sama. Nah, tadi pas diawal, KTP dt diminta sebagai tanda pengenal, dt sodorin ajah. Tapi langsung dibalikin bo! Ternyata KTP dt mati! Wakakaka.. Untung ada SIM..

Eh, eh, tapi gimana besok coba.. Padahal dt besok niat ke Jakarta coba.. Gimana pas boarding besok yak?

Well, let see then..

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...

Tiga Bulan Lewat

Yak, lagi-lagi dt vacuum ngeblog.. *ketawa mengenaskan* Sudah tiga bulan lebih dt ga ngeblog, dan beberapa hal yang terjadi selama tiga bulan ini. I get a job, as a trainer. Tahu sih agak melenceng dari jurusan waktu dt kuliah dulu. But i enjoy it. Dan sepertinya dt bisa lihat arah karir dt ke sebelah mana. Jadi tempat kerja dt adalah sebuah agensi SPG sebuah perusahaan susu multinasional yang sudah tersohor di Indonesia (halah :p). Ngarepnya sih, perusahaan itu bakal ngelirik dan ngerekrut dt dalam waktu dua tahun. Tapi kalau dalam dua tahun ga ada perkembangan yang menurut dt cukup pesat, mungkin dt bakal bertahan setahun lagi sambil cari opsi pekerjaan lain.. I get a partner, either. Dari dunia maya. Yang jelas mama setengah hati dengernya. Emang sih ga ada hujatan atau penolakan, tapi dt ngerasa kalau mama ga sreg saat tahu partner dt itu dt temuin di dunia maya. Mungkin mama takut dt jadi korban penipuan kek di tipi-tipi itu.. Selama itu terjadi beberapa drama yang bisa dt...

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...