Skip to main content

Xmas Holiday

Kemaren setelah landing (ga ada masalah KTP saat boarding ternyata, hehe), dt langsung meluncur ke monas. Well, itu permintaannya adek. Sudah entah berapa kali ke Jakarta tapi belum pernah masuk monas. Nah, di sana, kami masuk ke museum yang ada di bawah monas itu dan lihat-lihat diorama yang disajikan, tapi kami ga naik ke towernya. Antrenya bo.. Naudzubillah deh.. Lagian di tower cuma lihat Jakarta dari atas, ga ada kegiatan lain juga di sana, makanya kami milih untuk ga naik dan berlanjut ke acara selanjutnya.

Frankly, monas tuh bagus loh. Sayangnya maintenance dan manajemennya yang kurang diseriusi. Seharusnya dengan adanya diorama sejarah nasional gitu bisa jadi wisata edukasi yang bagus. Contek Singapore. Seharusnya monas bisa lebih bagus. Dengan merapikan pedagang kali lima yang seenaknya sendiri, menyediakan tempat sampah yang cukup, plus perencanaan pariwisatanya, kek pengadaan tour guide yang menjelaskan diorama yang disediakan. Dan menurut dt, lama orang yang berkunjung di tower juga sebaiknya ditentukan. Jadi ga bakal terjadi antrean panjang dan semua bisa menikmati pemandangan Jakarta dari atas. Jadi semua lebih tertata, terjadwal, dan rapi.

Oke, cukup komentarnya buat monas. Next destination is Kidzania.

Sebenernya dt ga pengen ikutan masuk. Mendingan nonton di Blitz deh.. Tapi apa daya kalau adek sudah maksa dan mama atau papa ga mau nemeni. Masuklah dt bareng adek. Bagus bo tempatnya. Just like a little city for little human. Sayangnya dt ga bisa enjoy karena ga bisa ikutan main. Maklumlah, inget umur.. Dan dt berujung bengong tiap kali adek masuk ke satu tempat untuk main. Di antara kebengongan ga jelas dt, beberapa kali radar dt berdering. Cowok cakep! Well, ga cakep-cakep amat sih, tapi bolehlah buat dilihat-lihat. Pemadam kebakarannya, windows washernya, yang jual merchandise, dan beberapa mas-mas lain yang juga kerja di Kidzania sana. Wkwk..

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Balik Kucing

Apa itu balik kucing? Balik kucing  itu istilah orang jawa saat seseorang memutuskan untuk meninggalkan sesuatu tapi kemudian kembali lagi. So.. yeah, dt akhirnya memutuskan kembali ke blogger *ngakak nista*. Padahal di  blog lama  dt sudah dengan banternya say goodbye dan bilang pindah ke  tumblr  yang juga jarang banget dt isi. Sebenernya dt mulai jarang blogging itu karena keringnya ide nulis. Penyebabnya? Mari kita kembali menyalahkan skripshit dan revishit. Karena kurang bahan yang dibaca. Karena yang dibaca hanya materi tugas akhir. Karena setiap kata diperah hingga tetes terakhir untuk mengisi tiap lembar tugas akhir sampai ga ada yang tersisa untuk blog. Kalau emang ga ada ide nulis, terus ngapain pindah ke tumblr?  Nah, yang ini dt punya dua alasan yang ga penting banget. Satu, karena ternyata alamat site untuk akuisisi nama dt masih tersedia (di blogger sudah taken). Dua, karena dt jatuh cinta dengan satu theme di tumblr. Just it. Setelah ...

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...