Skip to main content

X9 Tales (day 21)

Poto-poto at last.

Udah dt kasih tahu kalau para srikandi X9 ini belum pernah foto-foto seseruan. Nah, tadi tiba-tiba Dita yang baru aja ngejemput Mentul langsung berkoar kalau view lapangan sepak bola lagi bagus. Maklumlah, sudah berapa hari ini mendung dan hujan terus dan kebetulan hari ini cerah sekali. Dari lapangan sepak bola, view pegunungan keliatan jelas dan cantik banget. Ditambah lagi awan di langit menggumpal menggerombol seperti permen gula kapas yang mempermanis suasana.

Jadilah kami-kami yang lagi ndomblong ini langsung semburat dandan nyiapin diri buat mengejar view yang oke punya buat diabadikan. Setelah ribut shalat, rebutan kamar mandi, ngedempul muka, dan mandi parfum, semuanya naik ke motor dan memulai perburuan. Sayangnya kami datang terlalu sore dan lapangan sudah dipenuhi anak-anak yang lagi asik latihan sepak bola. Jadi mau ngapain sekarang? Pulang? Enak aja.. Rugi bedaknya dong. Setelah rembug sebentar kami mutuskan untuk cari view di Lembah dan Puncak Dieng.

Syukur kami dapet tempat-tempat oke atau jejepretan. Di pinggiran hutan pinus, di tembok, di jalan, di depan klenteng, plus di depan rumah orang. Wkwkwk. Eh, rumah sendiri n sawah depan rumah juga jadi sasaran jepret lo..

Sayang dt belum bisa majang hasil foto yang keren-keren itu. Ntar aja deh setelah tugas praktikum ini selesai..

Comments

Popular posts from this blog

Data Collecting Story (2)

dt tahu ini telat, tapi tetep aja pengen cerita. Jadi, malam sebelum malam pengambilan data, dt harus nyiapin segala sesuatunya. Dari print dan fotokopi lembar kuisioner dengan cara bikin repot mbak Mar *ngakak setan*, nyiapin timbangan berat badan (yang ini baru beli), nyiapin meteran buat ngukur tinggi badan (yang ini pake meteran baju), sampe nyiapin konsumsi buat responden besok. Nah, persiapan konsumsi ini yang pengen dt ceritain. Rencananya, setelah diwawancara, responden bakal dikasih konsumsi. Bukan nasi kotak mewah yang bisa bikin kenyang, sih. Cuma sekadar air mineral gelas plus dua buah roti yang semuanya dimasukkan ke dalam kotak kertas. Beda sama di Ngalam yang bisa pesen kue dalam kotak dalam jumah sedikit, di MudField ga bakal bisa kecuali kita pesen lebih dari 100 kotak. Padahal dt cuma butuh 70 kotak. Nah kalo pesen 100 siapa yang mau ngabisin sisa 30 kotaknya. Akhirnya beli kue sendiri, beli air mineral sendiri, dan beli kotaknya pun sendiri. Berhubung sudah t...

Routine

Wake up. Fight the traffic. Smile and serve for the next eight hours. Fight another traffic. Sleep. Receive monthly fee. Repeat.  That's basically my life right now.  Kebanyakan orang ngerasa ini normal, tapi dt ga ngerasa gitu. Rasanya ada yang salah dengan rutinitas tanpa tujuan. Kebanyakan orang bekerja karena mereka butuh uang. Well, dt juga butuh uang, tapi uang bukan motivasi utama dt kerja. Tantangan yang dt cari. dt ngerasa pekerjaan kita itu tempat aktualisasi diri. Which I don't feel right now. Mungkin itu yang bikin dt ngerasa ada yang salah dengan rutinitas dt.  Ada keinginan untuk keluar dari rutinitas yang ada sekarang, tapi selalu ada tembok yang bikin dt mikir ulang buat keluar. The Why Wall. Pertanyaan kenapa dt ada keinginan mundur dari rutinitas yang menurut banyak orang menguntungkan karena pekerjaan yang dt jalani sekarang adalah pekerjaan stabil, punya gengsi, mudah, dan berpenghasilan bagus. Dan jawaban kurang menantang kurang bisa...

It's about lying

You Are a Great Liar You can pretty much pull anything over on anyone. You are an expert liar, even if you don't lie very often. Are You a Good Liar? No comment deh... --" You Can Definitely Spot a Liar Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars. Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector. Can You Spot a Liar? Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood? And the most important question is, am I really a great liar?