Skip to main content

First and 22nd

Hari ini adalah hari di mana ada dua perayaan penting buat dt. Ulang tahun pertama IH dan ulang tahun pernikahan mama papa yang ke-22.

Setahun bo! Ga terasa kalau ternyata itu RPG sudah berjalan setahun. Walau sayangnya belum benar-benar setahun buat dt karena dt baru join IH pada term kedua. Ga nyangka kalau RPG text based ini bakal bertahan selama ini dengan segala peraturan, kegilaan, keriweuhan, kesenangan, dan candu tersendirinya itu. dt dapet banyak hal dari IH. Temen, peningkatan kemampuan menulis, imajinasi, dan kosakata, banyak pengetahuan yang merupakan efek samping untuk cari latar belakang yang manteb, dan segala hal yang mungkin dt ga inget. Yang jadi pertanyaan buat dt sekarang adalah: dari sekian banyak yang IH beri ke dt, berapa banyak kontribusi yang sudah dt kasih ke IH? Apa dt sudah jadi bagian yang berguna buat IH? Apa dt telah melakukan sesuatu hal yang IH butuhkan?

22 tahun pernikahan. Lama yak.. Bagaimana ya rasanya menghabiskan waktu selama itu dengan orang yang sama dan kita anggap sebagai the One. dt ga punya bayangan sama sekali. Secara nemuin the One aja belun (apa sudah yak..). Tapi dengan siapapun nantinya dt pengin rumah tangga dt paling tidak sama dengan rumah tangga mama papa. Mesra, hangat, penuh tawa, dan seimbang.

Ah, jadi ngayal sendiri nih.. Wkwk..

Ah, intinya, happy anniversary for dear IH and my beloved parents deh..

*kembali pusing dengan tugas di desa*

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...

Refusing Gift

Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan? It's happening on me right now. Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa. Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin. Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak" Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?" Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau...

Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah! Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.  Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca post...