Skip to main content

Sedikit dari Bogor

Bogor tu ternyata mirip Malang yak. Cuacanya, dinginnya, angkotnya.

Kemaren dt ke Bogor. Adek minta ke the Jungle. Pengen berenang katanya, tapi dt ga mau, walau berujung dengan perdebatan kecil di depan loket tiket the Jungle, dt tetep ga mau ikut, dan papa yang nemenin adek. dt sendiri lebih milih nongkrong kongkow-kongkow bengong ga jelas. Di antara kebengongan itu, dt ngicipin yang namanya soto bogor. Enak bo.. Seger.. Segernya tomat dan jeruk nipis. Oia, yang beda lagi, soto bogor itu pake mie, bukan nasi. Ada tomat n empingnya juga.. Bedalah sama soto biasa. Jadi pengen tau resepnya..

Pemberhentian selanjutnya adalah Rumah Abia. Itu loh, tempat pembuatan mainan anak-anak dari kayu ntar anak-anak bisa liat pembuatannya n ngewarnai sendiri mainan kayunya. Well, itu jadwalnya sih.. But there is a sudden reschedule. Mama pengen ke Tajur. Tajur itu tempat orang jualan tas dan sepatu. Kek Tanggulangin di Sidoarjo gitu deh. Dan kalau sudah maunya mama, siapa yang mau ngelawan. Then, to Tajur it is.

Asik belanja tas dan sepatu? Nope, dear. dt tuh cerewet kalau mau beli sesuatu dan emang ga ada yang cocok sama selera dt di sana. Well, ada sih satu sepatu. A black and white preppy wedge shoes. It is cute! With a ribbon on the back side. So simple and i just love it. Sayangnya ga ada yang nomor 36. Kaki dt kecil yak..

Jauh-jauh ke Bogor tapi cuma ke the Jungle ama Tajur. dt bahkan belum pergi ke masjid kubah emas.. T.T

Comments

Popular posts from this blog

[30HM] H7 - Grup Curhat Buk-Ibuk: Masalah Ekonomi

Beberapa minggu yang lalu di lini masa ( timeline ) Facebook dt berseliweran beberapa cuplikan layar ( screenshot ) curhatan buk-ibuk di salah satu grup tertutup di Facebook. Berhubung penasaran, jadilah dt gabung. Sekadar pingin lihat sendiri apa iya kebanyakan entrinya seperti cuplikan layar yang dt baca. Sayangnya, ternyata beneran. Selain entri kenalan dan berbagi masakan hari ini, curhatan para buk-ibuk ini biasanya berkisar tentang permasalahan ketidakharmonisan rumah tangga (entah dengan suami atau mertua) yang kebanyakan bersumber pada permasalahan finansial. Menurut dt, ini adalah salah satu permasalahan pernikahan yang bisa diminimalisir. Semacam, kalau memang belum stabil secara finansial ya jangan menikah dulu. dt bukan bilang kudu kaya baru boleh nikah lo, ya. Stabil secara finansial. Punya pemasukan tetap yang cukup untuk biaya hidup dua kepala paling tidak, kalau bisa lebih ya alhamdulillah. dt tetiba inget pernah baca (tapi lupa baca di mana) kalau 70% percera...

Tiga Bulan Lewat

Yak, lagi-lagi dt vacuum ngeblog.. *ketawa mengenaskan* Sudah tiga bulan lebih dt ga ngeblog, dan beberapa hal yang terjadi selama tiga bulan ini. I get a job, as a trainer. Tahu sih agak melenceng dari jurusan waktu dt kuliah dulu. But i enjoy it. Dan sepertinya dt bisa lihat arah karir dt ke sebelah mana. Jadi tempat kerja dt adalah sebuah agensi SPG sebuah perusahaan susu multinasional yang sudah tersohor di Indonesia (halah :p). Ngarepnya sih, perusahaan itu bakal ngelirik dan ngerekrut dt dalam waktu dua tahun. Tapi kalau dalam dua tahun ga ada perkembangan yang menurut dt cukup pesat, mungkin dt bakal bertahan setahun lagi sambil cari opsi pekerjaan lain.. I get a partner, either. Dari dunia maya. Yang jelas mama setengah hati dengernya. Emang sih ga ada hujatan atau penolakan, tapi dt ngerasa kalau mama ga sreg saat tahu partner dt itu dt temuin di dunia maya. Mungkin mama takut dt jadi korban penipuan kek di tipi-tipi itu.. Selama itu terjadi beberapa drama yang bisa dt...

[30HM] H6: Resensi Buku: Daughter of God

Judul Buku: Daughter of God (2000) Penulis: Lewis Perdue Penerbit: Dastan Books Penerjemah: Bima Sudiarto Sinopsis Belakang Buku: Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam. Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang Kolektor yang menjelang ajal itu ingin Zoe agar mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia dengan cara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat ja...